Selasa, 11 Juli 2017

Cerita Sex Adik dan Kakak Yang Haus Sex


Cerita Ini adalah pengalamanku ngesex dengan wanita yang bisa dibilinag hyper sex. Baru sekali kita bertemu saja, aku sudah diberi kenikmatan yang tiada taranya. Semua ini berawal saat aku bekerja sebagai tukang ojek. Aku terpaksa melakukan ini karena kebutuhanku untuk membayar kuliah yang semakin banyak. Sementara keuangan keluargaku bisa dikatakan kurang. Melihat peluang menjadi tukang ojek ini lah, akhirnya aku bekerja untuk membantu kebutuhan keluargaku. Karena hanya tukang ojeklah yang waktunya bisa aku bagi dengan kuliahku.
Seperti biasa, setelah aku pulang kuliah, aku langsung bablas menuju pangkalan ojek yang aku gunakan unutk menunggu penumpang datang. Aku mulai ngojek sekitar jam setengah 7 malam. Naaah malam itu kurasakan sepi sekali, karena hanya ada dua orang pengojek saja yang ada dimalam itu karena sejak tadi sore sudah hujan cukup deras, mungkin pada malas bernagkat. Kemudian aku dan 2 teman ojekku-pun mengisi waktu dengan bermain kartu agar tidak jenuh.
Karena malam itu gerimis tak kunjung berhenti, maka kuputuskan saja untuk pulang, karena kupikir dengan suasana seperti ini aku gak akan dapat penumpang. Ketika aku sedang menyetater motorku, dari kejauhan kulihat ada seorang wanita yang sepertinya sedang menunggu taksi / mungkin sedang menuggu hujan reda. Ketika aku lewat didepannya, kuberhentikan motorku dan kutawarkan tumpangan untuknya.
“Ojek kak?” wanita itu nampak ragu-ragu dan melihat kearahku
“Kejalan ****** berapa?” tanyanya
“20rb kak” jawabku dan tak kusangka wanita tersebut mau juga aku tawarin
“Mmm…Baiklah, ada jas hujannya too?” tanya wanita itu
“Ada kak, namun cuma satu, nanti dibelakang kan gak kena hujan” jawabku meyakinkannya, padahal dia sudah basah kuyup oleh hujan. Tubuhnya yang sangat semox dan terlihat sangat seksi, wah aku yang beruntung nih dibandingkan teman-temanku tadi.
Dibawah hujan rintik, aku sempat berpikir bila dia bukan penumpangku, wah pasti udah kugoda nih, tiba-tiba dia merapatkan dadanya dipunggungku.
“Siapa namamu?” tanyanya
“Bima kak” jawabku
“Kalo kakak siapa namanya???” tanyaku
“Dina” jawabnya singkat
Aku-pun ngegas motorku sedikit kencang agar cepat sampai tujuan. Dan tak terasa selang beberapa menit ternyata sudah sampai didepan rumahnya.
“Kamu mampir dulu Bim, ntar kakak buatkan kopi penghangat tubuh, sambil nunggu hujan reda” kata Dina
“Ya kak, makasih Kak” balasku sambil berpikir betapa beruntungnya aku
Aku masuk rumah mengikuti Dina dan duduk diruang tamu.
“Nih handuknya dan diminum kopinya yaa” Dina melirik kearahku yang basah kuyup
Waktu itu kulihat tubuh Dina hanya dibalut baju piyama dan rambutnya masih diikat dengan handuk. Dadanya terlihat menonjol besar sekali, wah pasti enak nih dan aku meliriknya. Beberapa menit kemudian muncul seorang perempuan lagi sambil menggendong seorang anak yang katanya berumur setahun dan mengenalkan diri sebagai Pipit adik Dina. Bayi dalam gendongannya sudah tertidur dan Pipit pamitan menidurkan anaknya.
“Apa kamu nginap disini saja Bim, hujan malah tambah deras tuuuh” ujar Dina
Waaaah, tawaran yang kutunggu nih, aku segera memasukkan motorku kegarasi dan bergegas kembali kedalam sambil mengeringkan tubuhku. Aku menuju ruang televisi tempat Dina menikmati secangkir tehnya. Setelah tahu aku datang, dia memberikan baju piyama kepadaku.
“Aku ganti baju dimana nih kak??” tanyaku
“Tuuuh dikamarku saja” jawab Dina sambil menunjuk pintu kamar

Cerita Sex Adik dan Kakak Yang Haus Sex

Kemudian aku bergegas masuk kamar, kemudian melucuti semua baju basahku dan memakai piyama itu. Tanpa kusadari ternyata Dina sudah berada dibelakangku sambil memelukku. Aku sedikit kaget kemudian aku berbalik, dadaku bergetar melihat Dina membuka tali piyamanya.
“Kenapa Bim, takut yaa?”katanya sambil mendekat kearahku terus berjongkok didepanku, kulihat dadanya lumayan besar dan membuat penisku tegak berdiri
“Woow, gedeee banget!!” kata Dina manja sambil mengusap zakarku perlahan
Dan langsung saja dikulumnya p3nisku masuk kedalam mulutnya yang mungil. Kurasakan sensasi yang luar biasa. Terus dikocoknya k0ntolku, perlahan penuh perasaan, sepertinnya Dina sudah mahir sekali. Kutarik bajunya hingga kami sekarang benar-benar telanjang dan kugendong Dina menuju ranjang dan kuletakkan dipojok. Kucium bibirnya dan Dina membalas dengan napas memburu. Kuremas payudaranya, payudara yang besar, halus dan kuning itu segera kulumat. Cerita Mesum
“Mmmhh,..nikmat sekali Bim,..”
“Teruuss,..Biiimmm”
Tanganku terus mengerayangi memek Dina yang sudah basah. Terus kujilati klitorisnya yang hangat, kujambak rambut vaginanya dan Dina menjerit sambil mengeluarkan lendir bening kemulutku, Dina menggelinjang dan kemudian Dina orgasme. Terus kujilati cairan itu sampai habis, sesekali kusentil klitorisnya dengan lidahku. Cerita Sex
“Biiiimmmm..masukkan k0ntolmu, pleasee” ujar Dina sambil merem melek
Langsung saja kudekatkan batang k0ntolku kearah lubang vaginanya, kumasukkan kepala k0ntolku sedikit demi sedikit yang membuat Dina gak tahan lantas menaikkan pinggulnya dan tanpa terhalang-halangi penisku-pun masuk kedalam vaginanya. Kutusukkan pelan-pelan k0ntolku karena ukurannya terlalu besar bagi vagina Dina. Cerita Mesum
“Teruuss yang kencangg…Oooouuuhhhh…”
“Aaaahh…Aaaaahh…Uuuhh” kutusuk lebih keras hingga berbunyi “Sluugg….Sluugg” sambil kuremas payudaranya yang sudah mengeras putting susunya. Gerakkanku semakin kesetanan dan melihat Dina merem melek sambil mendesah. Lebih dari 15 menitan aku dalam posisi tradisional seperti itu, kulihat Dina sudah lemas sekali, Dina sudah berkali-kali orgasme.
“Din…aku keluarin didalam yaa” kataku sambil mengocok k0ntolku terus didalam vaginanya
“Mmhh…terrseraahhh” kata Diina sudah tidak jelas lagi dan tak lama kemudian “Croot…Croott…Crooottt…Crooottt…” kusemprotkan spermaku kedalam vaginanya, Dina-pun kemudian lemas. Kemudian kucabut penisku dan berbaring disampingnya.
Kupeluk Dina yang kecapaian, ditambah harus melawan burungku yang sudah cukup terkenal dikalangan cewek teman-temanku.
“Aku tidur dulu Bim, capek! besok pagi bangunkan aku yaa” kata Dina
Aku bangun, sambil mengenakan piyama lagi dan menuju keruang televisi, aku baru tidak ingin tidur cepat nih, karena masih sekitar jam setengah 12 malem. Kulihat Pipit masih duduk didepan TV.
“Acaranya bagus yaaahh?” tanyaku basa-basi
“Wah jelek nih, pusing jadinya..” balasnya sekenanya
“Tolong dong Bim, ganti DVD saja, tuh didepan banyak DVD” tambha Pipit
Dengan malas kuraih DVD dan menghidupkan playernya, kusetel saja sebuah DVD tanpa gambar sampul disitu. Setelah hidup aku-pun berbalik kearah Pipit sambil duduk disofa, disampingnya. Aku kaget saat kulihat dilayar sebuah aksi yang sangat mendebarkan, seorang laki-laki yang sedang bercumbu dengan 3 wanita! wah?!
“Kamu suka kayak gitu ya Pit???” kataku menggoda
Santi hanya tersenyum sambil berbisik kearahku.
“Ayo puaskan aku seperti kakakku tadi, aku tahu apa yang kamu lakukan”
Pipit-pun melucuti pakaiannya dan menarik tali tali piyamaku. Penisku yang dari tadi sudah tegak dapat dilihat langsung oleh Pipit. Langsung saja Pipit Santi meraup mulutku dan kami berciuman diatas sofa. Bibir Pipit melumat bibirku. Keliatan sekali dia sangat bernafsu, mungkin dia sudah lama gak pernah melakukannya. Kuangkat tubuhnya hingga dadanya ada didepanku, kumasukkan putting susunya kemulutku, kukulum dan Mmmhhhh ternyata keluar air susunya. Cerita Sex
“Wah, kamu ada susunya yaa?” kataku sambil terus meneguk susu tawar itu
“Iya, kamu habisin juga gak papa, toh anakku sudah bobo sekarang!!?” aku semakin bersemangat
Kuhirup susu segar itu langsung dari pabriknya, belum pernah lagi kurasakan hal ini, wah asyik sekali. Pipit terus menggelinjang sambil menggosok-gosokkan mekinya ke penisku yang sudah tegak penuh. vaginanya memang sudah sangat basah, aku maklum saja.
“Bim, aku ingin langsung saja, kamu diam disitu, biar Pipit saja yang,..” Pipit terus berceloteh sambil memutar tubuhnya membelakangiku, didudukinya k0ntolku yang tegak berdiri keatas.
“Aaaahh…Aaauu” bless tanpa hambatan k0ntolku segera bersarang didalam vaginanya
Dengan brutal, seperti orang kelaparan, Pipit menggenjot tubuhnya, hingga burungku keluar masuk dan mengesek dinding vaginanya. Dari pantulan kaca kulihat payudara Pipit naik turun dengan cepat. Terus kuraih saja dan kupilin-pilin putting susunya, tiba-tiba tanganku sudah basah dengan air susu yang banyak keluar dari payudaranya.
“Mmhh,..terus… Pit” desahku
Pipit terus menggoyang sambil sesekali mendongak keatas hingga rambutnya menyabet wajahku.
“Aaaaahh,..teruss” aku kenikmatan sambil kuremasi payudaranya
Sekitar 15 menitan, kemudian aku tak kuat lagi dan kusemprotkan spermaku keatas, membasahi dinding vaginanya yang sangat hangat.
“Aaaaaahh..” Pipit berhenti kecapaian, aku juga sangat kecapaian
“Maafkan aku Pit, aku mungkin belum bisa memuaskan kamu, tapi besok lagi pasti kamu kubuat pingsan” kataku cepat sambil memeluknya
“Aduh Bim…jangan salah…walau kamu diam tadi, aku malah dapat orgasme berkali-kali, kamu hebat Bim!” ujar Pipit
Pipit memelukku sambil mengusap-usap k0ntolku yang masih basah oleh spermaku dan lendirnya, kemudian Pipit mendekatkan wajahnya dan menjilati spermaku yang tersisa dibatang k0ntolku sampai habis.
Begitulah cerita singkatku, sebagai tukang ojek yang sangat beruntung malam itu. kejadian itu berulang terus seminggu 3 kali, tiap kali Pipit ataupun Dina membutuhkan kehangatanku, aku segera datang memenuhinya, sampai saat ini.

Cerita Sex Adik dan Kakak Yang Haus Sex

0 komentar:

Posting Komentar