Jumat, 28 Juli 2017

Cerita Sex Ketauan Nonton Bokep Ibu Mertua, Malah Berujung Ibu Mertua Minta Jatah



Cerita Sex - Keluarga istriku terdiri dari ibunya yang tak lain adalah mertuaku. Namanya Ida, umurnya baru 38 tahun, kelahiran tahun 1964. Mertuaku yang peracik jamu ini adalah istri ketiga dari camat di kampungya dari pernikahannya yang menghasilkan 3 anak. Anak pertama Cheny, 24 tahun, bekerja pada salah satu toko swalayan di Bandung, kedua Venny yang menjadi istriku, 22 tahun, seorang karyawati di perusahaan swasta dan ketiga Leny masih 20 tahun, baru lulus SMU dan masih menganggur. Ketiga wanita inilah yang pernah menjadi santapan seksualku.

Mertuaku yang biasa kupanggil Mama ini pindah ke Bandung setelah suaminya meninggal dan tinggal di rumah anak dari istri pertama suaminya. Sebenarnya suaminya memiliki cukup banyak harta tetapi karena mertuaku kawin di bawah tangan, jadi dia tidak mendapatkan harta warisan apa-apa selain perhiasan-perhiasan dari suaminya itu. Karena ada perselisihan, mertuaku dan ketiga anaknya pindah dari rumah itu dan memulai usaha menjadi penjual jamu gendong untuk menafkahi ketiga anaknya.

Namun karena sekarang ini dia merasa sudah tidak mempunyai tanggungan apa-apa lagi dan juga telah mempunyai rumah di pinggiran kota Bandung, dia sudah berhenti dari kegiatannya itu. Aku dan istri setiap akhir bulan selalu menyempatkan diri ke rumah mertuaku sekaligus membawa uang ala kadarnya sekedar untuk menambah biaya hidup sehari-hari. Namun pada hari itu, Sabtu, entah kenapa istriku tidak enak badan dan menyuruhku pergi sendiri saja. Kubawa motorku ke arah selatan kota Bandung hingga satu jam kemudian aku sampai di rumah yang sederhana tapi kokoh itu.

Rumah itu sepi namun pintunya terbuka lebar-lebar. Seperti biasanya kurebahkan tubuhku di bangku bale-bale bambu yang ada di ruang tamu untuk melepas lelah.
Tak lama kemudian mertuaku datang.
”Eh, Dik Yanto, sudah lama Dik?” Dia menyapaku memang kesannya basa-basi tetapi sebenarnya tidak.
”Enggak, barusan kok”, jawabku menyambut sapaannya.
“Mana Venny?”, tanyanya.
”Lagi sakit, Ma. Katanya demam tuh, kusuruh istirahat saja” jawabku.
”Oh, wah, wah, wah, jangan-jangan tanda-tanda mau punya anak tuh”, ujar mertuaku senang.
Memang dia ini sangat mendambakan cucu dari pernikahan kami.
”Mudah-mudahan, Ma”
”Ya sudah, sudah makan belum. Mama punya sayur asem sama ikan asin pake sambel terasi, kamu mau nggak?”, mertuaku menawariku makan.
”Iya, aku mau banget tuh” Bergegas aku ke ruang makan dan melihat hidangan yang ditawarkannya itu masih belum disentuh siapapun.
Sambil makan kami mengobrol lagi.
”Leny ke mana Ma?” tanyaku.
”Katanya piknik sama temen-temennya ke luar kota, kemarin sore berangkatnya”
”Oh”, jawabnya.
Memang mertuaku hanya tinggal berdua dengan Leny karena Cheny lebih memilih kost di dekat tempatnya bekerja. Kami mengobrol tentang macam-macam sampai obrolan yang nyerempet-nyerempet.
”Kamu ini sudah hampir dua tahun kok belum punya anak juga?”
”Ya enggak tahu tuh, Ma”
”Apa kamunya yang nggak bisa? Kalo nggak bisa sini Mama ajarin”
”Ajarin apa, Ma?”
”Mama buatin jamu biar subur”
”Ah bisa aja Mama nih” Obrolan sengaja kupancing dan kuarahkan ke masalah seksual.
”Ma saya boleh nanya nggak?”
”Apa?”
”Dulu Pa’e sering dibuatin jamu nggak?”
”Ya kalo lagi sakit aja”
”Untuk yang lain?”
”Yang lain tuh apa?”
”Jamu kuat lelaki misalnya?”
“Ha, ha, ha, kamu ini ada-ada saja. Nggak usah pake begituan juga mertua lakimu itu sudah kuat, kok. Malah sebelum mati dia nambah lagi satu”
”Jadi nggak pernah sama sekali, Ma?”
”Pernah sich sekali-kali. Itu juga dia yang minta”
”Terus Mamanya gimana?”
”Ya tokcer lah, ha, ha, ha, eh, kamu kok tanya itu sih?”
”Terus sekarang ini Mama kalo lagi pengen gimana?” Wajahnya sedikit memerah tetapi dijawabnya juga,
“Ya, banyak-banyakin aja kerjaan, ya masak, nyuci piring, nyapu pekarangan, entar juga lupa, terus sudahnya, capek, ya tidur”
”Oh”, jawabku.
”Kamu ini nanyanya ngawur, aja”
”He, he, he..”
”Sudah sore sana mandi”
”Iya Ma” Sementara aku mandi, kurasakan penisku yang sudah berdiri tegak.
Kukocok penisku sambil membayangkan tubuh mertuaku. Mertuaku ini masih lumayan kencang walau sudah memiliki anak tiga. Menurut istriku, dia rajin luluran kulit sawo matang disertai dengan minum jamu rutin. Perutnya masih cukup ramping walaupun sudah ada sedikit lipatan-lipatan lemak. Buah dadanya yang berukuran 36B itu tetap kencang karena ramuan dari luar disertai jamu-jamuan demikian juga dengan bongkahan pantatnya.
Satu hal lagi, dia ini tidak pernah memakai daster, atau baju apapun. Pakaian sehari-harinya adalah kain kebaya dengan kemben yang dililit hingga dadanya.
“Dik Yanto, nanti kalau sudah airnya diisi lagi ya?”
”Iya, Ma”
Setelah selesai mandi, aku menganti baju di kamar mertua ku. Setelah ku selesai memakai baju, tiba-tiba ku lihat ada DVD bokep tergelak di bawa ranjang mertuaku. Dalam Pikiranku, sudah mulai tua masih suka nonton begini juga. Lalu ku iseng stel DVD tersebut, terlihat disana sepasang kekasih sedang memadu kasih terlihat satu cewe nya sedang mengulum penis cowonya dan tiba-tiba penis ku terasa tegang. Selang beberapa menit, aku terkejut melihat mertua ku tiba-tiba masuk dengan aku yang masih stel DVD porno dan penis ku yang tegang tersebut.
Wah, Ngapain kamu ?”, begitu sindir mertuaku.
”hmm anu ma”  
”Apa tuh berdiri-berdiri di celana mu ?” sambil bercanda
”Abis lihat itu mah ”, sambil nunjuk ke film porno yang ku tonton.
”Hus, kamu ya nonton bokep punya mama”
”Tadi ketemu di bawah ranjang mama ”
”Oh, sekarang kamu kpgn?”
”Iya Ma” Sejenak dia berbalik terus membuka kembennya hingga perutnya yang cukup ramping itu terbuka.
”Nih, Lihat punya mama ”, katanya sambil kupegang buah dadanya.
”hmmm enak to” merintih keenakan
”Sudah To, sudah” Tapi aku terus saja meremasnya dengan bersemangat.
”Sudah To, Mama mau mandi dulu”
”Bener mau mandi apa mau yang lain?”
”Bener Mama mau mandi” ”Nanti lagi ya?” Mertuaku tidak menjawab, hanya berlalu ke kamar mandi.

Download Filem Bokep Mertua

Aku tunggu di kamar tidurnya hingga beberapa menit kemudian mertuaku sudah masuk ke kamarnya lagi. Tubuhnya hanya berbalut kain saja. Yang membuatku kaget adalah mertuaku membuka begitu saja kainnya di hadapanku yang masih berbaring. Kulihat buah dada yang cukup sekal tadi disertai dengan perut yang ramping dan pantat yang montok. Yang membuatku tak tahan adalah belahan vaginanya yang berbulu sangat lebat berbentuk segitiga. Pelan-pelan kudekati dia dengan pelukan yang cukup hangat dan ciuman yang kuat di bibirnya, mertuaku hanya pasrah saja.
Kuteruskan tindakan yang tadi kulakukan di luar. Kali ini aku berjongkok lalu kumainkan vaginanya dengan mulutku sementara tanganku naik turun bergantian. Kuremas-remas bongkahan pantatnya yang padat itu dengan tangan kanan dan tangan kiriku memelintir-melintir puting susunya dengan sesekali menjumput dan meremas buah dadanya itu. Begitu terus bergantian dengan tangan kanan dan kiri. Pada saat yang bersamaan kuhisap-hisap dengan gemas bibir vaginanya.
“Aghh, aghh, aghh”, suara itu keluar dari mulut mertuaku di iringi dengan suara dari mulutku yang terus menghisap vaginanya yang banjir itu.
Begitu seterusnya hingga,
“Udahh, aghh, masukin aja punya kamu, To”. Aku rebahkan mertuaku ranjang dengan pantat dan pinggulnya berada di pinggir ranjang, kedua kakinya kuangkat ke bahuku. Aku berlutut di lantai dengan penisku berada tepat di pintu liang vagina itu. Kumain-mainkan dulu kepala penisku di kelentitnya dengan berputar-putar lalu baru kuturunkan ke vaginanya. Perlahan tapi pasti kumasukkan penisku ke liang vaginanya.
”Eghh.., sstt, pelan-pelan, To”
”Mama kayak perawan aja” Setiap dorongan sepertinya ada yang mengganjal penisku di dalam vaginanya.
”Eghh, aduh sakit, To”
”Hah, sakit?” Sambil mendorong kugoyang-goyangkan juga pinggulku ke kiri dan ke kanan supaya lorong vaginanya agak melebar.
Setiap dorongan juga kutarik sedikit penisku keluar lalu kudorong lagi supaya bagian yang sulit ditembus itu agak terbuka. Lalu, sleb, sleb, sleb, dengan tiga kali dorongan penisku sudah masuk semua ke dalam rongga vagina mertuaku. Aku berdiam sesaat hingga kurasakan denyutan kecil seperti hisapan-hisapan lembut.
Ternyata mertuaku mempunyai vagina yang bisa menghisap-hisap penis. Mungkin karena jamu-jamuan yang rutin diminumnya sehingga dia bisa seperti ini.
“Ayo To, nunggu apa lagi?” Kutarik dengan diiringi helaan nafasku, lalu ku dorong lagi hingga bless, bless, bless, penisku tertancap hingga pangkalnya.
Keluar juga suara kecipak dari vagina mertuaku. Dari mulut kami juga keluar suara-suara desahan dan lenguhan nafas kami mewarnai suasana yang erotis.
”Aghh, aghh, aghh, shh, ohh, aghh”, begitu suara deru nafas mertuaku.
Aku tetap berkonsentrasi supaya penisku tidak menembak lebih dahulu dan orgasme namun karena nikmatnya vagina mertuaku ini membuatku tak tahan. Namun dengan mengatur nafas aku bisa mengimbangi permainannya. Sudah hampir satu jam kami saling asyik masyuk sampai tanda-tanda akan orgasme terasa pada kami. Kulihat gerakan mengejang dari perut mertuaku dan juga wajahnya yang semakin terlihat gelisah disertai keringat dan matanya yang turun seperti fly, kepalanya yang bergeser ke kiri dan ke kanan, tangannya juga berusaha menggapai apa yang bisa diremas. Itu biasanya gejala wanita yang akan orgasme.
Tak lama kemudian,
“Aghh, cepetan To, aku mau nyampe nih”
”Aku juga, aghh”
”Iiihh, aghh, ehmm, aghh” Begitu jeritan kecil dari mulut mertuaku disertai deru nafasnya menandakan bahwa dia telah orgasme.
”Ughh, ughh, ughh”, begitu sisa nafasnya menikmati sensasi orgasme yang tiada tara.
Aku juga merasakan hal yang sama dengan mengejangnya seluruh tubuhku dan menyemprotnya spermaku, entah berapa kali kusemprotkan cairan penuh kenikmatan ini ke dalam rahim mertuaku. Tubuh kami langsung lunglai. Aku langsung berbaring telungkup diatas mertuaku dengan kondisi penis yang masih menancap di vaginanya. Tak lama kemudian peniskupun layu dan terlepas dengan sendirinya dari liang vagina yang nikmat itu.
”Kamu hebat juga, To”
”Iya dong, Ma” ”Jangan panggil Mama lagi”
”Siapa dong?”
”Ida aja”
”Iya da, ughh gimana enak nggak?”
”Enak tenan, lho” Mata mertuaku langsung sayu dan terpejam lalu tertidur.
Aku turun dari tubuhnya dan juga merasa mengantuk sekali hingga aku juga tertidur. Tak terasa kami tertidur hingga aku terbangun dan mertuaku masih di sisiku sambil memeluk tubuhku. Tubuh kami masih telanjang bulat ketika itu.
Tiba-tiba,
“Ehmm, he, he, gimana kamu puas nggak?”
”Iya da, aku puas banget. Aku sudah pengen begini sama kamu sejak lama tapi nggak tahu harus gimana dan takut kamunya marah”
”Hhh”, mertuaku menghela nafas lega.
”Yah, kan sekarang sudah”, kataku.
”Tapi To, aku masih serr-serran lho”, begitu katanya sambil menggenggam penisku yang sedari tadi agak lunglai terasa seperti ingin bangun lagi
Sepertinya mertuaku ini tahu bagaimana cara membangunkan kembali penis melalui tekanan-tekanan pada urat-urat di tempat lain. Aku langsung menciumi buah dadanya dan tanganku mengobok-obok vaginanya. Mertuaku mulai terangsang kembali dan dengan cepat aku berada di posisi siap di atas tubuhnya. Dengan sekali dorongan, penisku sudah menancap di dalam vagina yang sudah becek itu.
Mertuaku berkata,
“To, aku yang di atas yah?”
”Emangnya bisa?”
”Bisa dong, kan udah nontonn filmnya Cheny”, rupanya mertuaku sering menonton VCD blue film dengan anaknya, Cheny.
Jadi tidak heran kalau dia faham posisi-posisi dalam bercinta. Dengan berguling kini posisi tubuhnya berbalik berada di atasku. Mertuaku mencoba duduk dengan melipat kakinya lalu dia mulai bergoyang maju-mundur dan memutar ditingkahi dengan suara dari vaginanya hingga menambah gairahnya untuk memacu goyangannya. Aku dari bawah hanya memegangi buah pantatnya dan tanganku yang satu memainkan kelentitnya yang berada tepat berada di perutku. Hanya sekitar setengah jam mertuaku mulai menampakkan gejala ingin orgasme.
Dalam hitungan detik dia sudah orgasme. Tubuhnya kembali lunglai dan berbaring di atas dadaku. Namun aku belum, hingga secepat kilat aku berbalik dan berada di atasnya dan langsung bergoyang untuk mengejar orgasmeku.
”Aduhh udahh To, aughh, gelii, To..”, hingga beberapa detik kemudian aku merasakan orgasmeku yang kedua begitu nikmat dengan tembakan spermaku yang masih cukup kuat.
Kami kemudian mengobrol hal-hal yang berbau pornografi dan erotis hingga terangsang kembali dan kami bersenggama lagi, begitu seterusnya hingga subuh. Entah sudah berapa kali kami melakukan hal yang sebenarnya merupakan aib bagi keluarga kami sendiri. Sekarang ini mertuaku sudah mempunyai cucu dan lebih menjaga jarak denganku. Dia merasa hal yang sudah kami lakukan itu adalah aib dan tidak sepantasnya dilakukan, dan jika kusinggung soal hal itu dia nampaknya agak marah dan tidak suka. Dia telah menjadi nenek yang baik bagi anakku.

Nonton Filem Bokep Mertua Indonesia

Kamis, 27 Juli 2017

Cerita Sex Penasaran Dengan Bokep Massage Yang Ku Tonton Sampai Ku Mendapatkannya Di Bali


Saya adalah seorang wanita karir single yang berumur 33 tahun, berikut adalah pengalaman saya yang tidak terlupakan pada saat saya berlibur ke Bali. Pengalaman ini Ketika ku nonton sebuah Film Bokep Massage di Filmbokep.net Yang akhirnya saya rasakan juga waktu liburan ke bali.

Berikut saya akan menceritakan kisah saya waktu mendapatkan pelayanan ++ dari massage di bali. 


Hari sudah sore sekitar jam 6, capek shopping seharian di Seminyak saya balik ke kamar hotel yang terletak di salah satu hotel berbintang 5 di kawasan Nusa Dua. Sambil tiduran kelelahan saya telpon massage service yang terdapat di directory menu di kamar hotel.
Setelah menerangkan harga dan paket massage yang ada, saya memutuskan untuk mengambil pijat tradisional selama 2 jam di kamar, karena saya sudah letih dan malas untuk jalan-jalan ke luar lagi.
Si operator menanyakan saya apakah mau cowok/cewek masseur, karena iseng saya bilang yang cowok. Dengan malas saya mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk shower air panas, sambil memejamkan mata saya berdiri diatas pancuran shower dan membiarkan badan saya di siram oleh air hangat yang terasa sangat menyegarkan badan.
Setelah kurang lebih 40 menit kamar saya di bel, dengan tergesa-gesa saya mengeringkan badan dan menutupi badan saya dengan handuk. Ternyata Massage service yang saya pesan sudah datang, sambil berpegangan pada handuk saya mempersilah dia masuk ke dalam.
“Permisi Bu..” ujarnya.
Kesan pertama orangnya sangat sopan, penampilan tidak terlalu macho, body biasa saja dan tidak terlalu atletis. Dia mengunakan baju kaos line putih, dan celana panjang putih line tipis yang longar (diikat dengan tali di pinggang)

Nonton filem bokep masasage online

Si therapist mempersilahkan saya untuk membuka bajunya semua dan tidur tengkurap di atas tempat tidur, sementara dia pergi ke kamar mandi untuk mempersiapkan peralatannya dan mungkin cuci tangan dan lain lain.
Si therapist ternyata orang Jawa yang merantau ke Bali, sambil ngobrol-ngobrol si therapist memijat seluruh badanku dengan minyak aroma therapy. Setelah seluruh badan belakang selesai, si therapist permisi untuk memijat di bagian pinggul dan paha dalam, dan karena saya lagi horny, maka saya mempersilahkannya.
Kemudian dioleskan minyak massage dengan lembut ke seluruh bagian paha, selangkangan dan bahkan sampai ke sekitar lubang anus, pada saat di pijat di area itu saya kegelian enak, secara engak sadar kakiku makin terbuka, karena terkadang secara “tidak sengaja” jari-jari si therapist menyentuh ke bagian vagina dan klitoris saya.
Proses pijat lembut di areal sensitif ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam, aku sampai terenggah-engah keenakan, merem melek sampai hampir pingsan keenakan.
Lalu si therapist bertanya apakah mau di lanjutkan dengan kissing massage, saya tidak ngerti apa kissing massage itu, si therapist menjelaskan, ternyata kissing massage adalah seluruh badan akan diciumi dan dijilati dengan lembut dari ujung jari kaki sampai ke ujung rambut.
“Wow..” dalam hati saya, karena saya yang lagi punya niat nakal langsung saja mengiyakan permintaannya.
Si Therapist kemudian bertanya dan minta ijin apakah dia boleh buka baju. Karena penasaran saya bilang OKE…! maka mulailah si terapis membuka bajunya satu persatu di depan saya yang sedang tengkurap lemas.
Si therapis sangat cool dan sopan, dia membuka bajunya semua dan melipatnya satu persatu di atas tempat tidur sampai telanjang bulat, di depan muka saya terlihat penisnya yang sudah setengah ereksi, dengan bulu yang sudah di trim dengan rapih.
Maka mulailah si therapist naik ke atas tempat tidur dan menciumi dengan lembut dari ujung kaki sampai di bagian paha dalamku.
Kemudian mulut dan lidah si terapis naik lagi ke bagian sensitifku. Kali ini dia menjilati bagian bokong dan memasukan lidahnya ke dalam anusku sambil tangannya meraba-raba bokongku yang seksi, lidahnya di mainkan disana, sungguh sensasinya luar biasa sampai aku berteriak teriak keenakan.
Kemudian saya di suruh berbalik badan, seluruh badanku sampai gemetaran dan lemas di buatnya. Sambil berlutut dan tersenyum sopan si terapist permisi untuk memulai kissing massage dibagian depan.
Menurut saya sikap si therapist ini sangat submissive dan sopan sekali, sehingga saya merasa comfortable/nyaman dan pada saat itu sisi dominating saya muncul.
Dengan posisi berlutut dan membungkuk si therapist mulai menciumi dan menjilati lembut sekitar dadaku, aku yang merasa di atas angin mulai meraba-raba badan si terapis yang keras dan berotot walau sedikit terlalu kurus.
Pada saat diraba si therapist tidak protes ataupun bersuara, karena penasaran saya lalu mulai memegang-megang penis si terapis yang sudah mulai keras dan bergoyang-goyang mengantung di antara dua kakiku yang sedang belutut.
Awalnya sih pelan-pelan, namun karena tidak ada reaksi saya mulai meremas-remas bagian “telor” dan batang penis, pada saat itu si Therapis mengerang keenakan namun tetap meneruskan menjilati tubuh saya.
Pelan-pelan si therapist mulai turun menjilati perut dan bagian atas vaginaku sambil terus berlutut dan memberikan akses alat vitalnya kepada tangan dan jariku.
Setelah kurang lebih 15 menit saya sudah tidak sabar lagi, aku menjambak rambut si terapis dan mengarahkan kepala dan mulutnya untuk menjilati clitorisku yang sudah sangat sensitif. Tidak lama kemudian aku mendapatkan klimaks.
Mungkin ini adalah orgasme yang paling sensational yang pernah aku alami karena proses mencapai puncak sangat lama dan bergairah.
Pada saat itu si therapist tetap pada posisi submissivenya sambil menundukan kepala mulai memijati tangan saya seolah-olah tidak terjadi apa-apa, tadinya saya sempat malu pada saat orgasme, namun karena sikap si therapist yang profesional itu membuat aku merasa relax dan santai.
Lalu si therapist bertanya apakah ada lagi yang bisa dia lakukan, pada saat itu karena sudah ngantuk dan relax, maka saya bilang bahwa saya ingin tidur, maka si therapis dengan perlahan memakai bajunya dan memberikan slip charge yang untuk di tanda tangani,
Waktu itu saya bingung harus kasih tip berapa, saya kasih dia 500,000 si terapist hanya tersenyum dan tidak complain malah dia menawarkan lagi untuk service massage besok.
Dia juga berkata kalau saya suka, dia akan membawa peralatan extra besok, karena penasaran saya bertanya “Peralatan apa lagi?”
Ternyata dia adalah seorang pemijat submissive yang suka melayani setiap pengunjung.
Sejak pertemuan itu, saya menjadi ketagihan dan terkadang saya membooking dia seharian untuk melayaniku sampai puas.
Pernah selama 3 jam nonstop aku menyuruh dia untuk menjilati vaginaku sambil berlutut di bawah, sedangkan saya duduk santai sambil merokok dan nonton TV.

Download filem bokep massage indonesia.

Kalau saya ingin pipis saya tinggal jongkok diatas mulutnya yang terbuka lebar, dan mengencingi mulutnya, dengan taat dia meminum air kencing saya dan membersihkan vagina saya setelah selesai.
Kejadian di Bali tersebut selalu terbayang-bayang di pikiran saya dan selalu membuat saya menjadi Horny bila setiap saat mengingat permainan yang dia lakukan.
Pernah waktu itu karena aku sudah tidak tahan nafsu lagi, saya menelpon sang therapis tersebut untuk mengambil cuti selama seminggu dan datang melayani saya ke Jakarta. Tentunya semua ongkos pesawat dan penginapan selama di Jakarta saya keluarkan, belum lagi uang TIP yang harus saya berikan kepada dia.
Tetapi uang sudah tidak artinya lagi buat saya bila dibandingkan dengan kenikmatan di atas yang saya dapatkan.
Selama seminggu saya menyewa service apartment di Jakarta Barat, disitulah saya dilayani oleh si Therapist “special” tersebut, hubungan kami tetap profesional, dia juga selalu menjaga agar kami tidak saling jatuh cinta, tentunya saya juga ingin begitu.
Permainan kami selama seminggu sangat intense dan melelahkan, tentunya lebih banyak lelah di dia, tetapi di situlah enaknya, saya merasa puas dengan permainan tersebut.
Bila saya sudah kehabisan akal mau di apakan lagi, terkadang saya suruh penisnya untuk menyodok-nyodok memekku, tetapi tidak sampai dia orgasme, karena aku takut vaginaku akan longar yang nantinya bisa di ketahui oleh suamiku sendiri.
Jadi aku hanya menyuruh dia menyodok beberapa kali saja, sisanya aku service balik dengan blowjob sampai dia muncrat. Tetapi aku hanya beberapa kali membuat dia orgasme, itupun berkat dari blowjob ku yang super mantap.
Kemudian spermanya di tampung ke dalam gelas biar tidak kotor ke mana-mana dan setelah puas, aku belikan lagi dia tiket untuk kerja kembali di pulau Bali sana.
Setelah selesai dia tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepadaku.

Selasa, 11 Juli 2017

Cerita Sex Adik dan Kakak Yang Haus Sex


Cerita Ini adalah pengalamanku ngesex dengan wanita yang bisa dibilinag hyper sex. Baru sekali kita bertemu saja, aku sudah diberi kenikmatan yang tiada taranya. Semua ini berawal saat aku bekerja sebagai tukang ojek. Aku terpaksa melakukan ini karena kebutuhanku untuk membayar kuliah yang semakin banyak. Sementara keuangan keluargaku bisa dikatakan kurang. Melihat peluang menjadi tukang ojek ini lah, akhirnya aku bekerja untuk membantu kebutuhan keluargaku. Karena hanya tukang ojeklah yang waktunya bisa aku bagi dengan kuliahku.
Seperti biasa, setelah aku pulang kuliah, aku langsung bablas menuju pangkalan ojek yang aku gunakan unutk menunggu penumpang datang. Aku mulai ngojek sekitar jam setengah 7 malam. Naaah malam itu kurasakan sepi sekali, karena hanya ada dua orang pengojek saja yang ada dimalam itu karena sejak tadi sore sudah hujan cukup deras, mungkin pada malas bernagkat. Kemudian aku dan 2 teman ojekku-pun mengisi waktu dengan bermain kartu agar tidak jenuh.
Karena malam itu gerimis tak kunjung berhenti, maka kuputuskan saja untuk pulang, karena kupikir dengan suasana seperti ini aku gak akan dapat penumpang. Ketika aku sedang menyetater motorku, dari kejauhan kulihat ada seorang wanita yang sepertinya sedang menunggu taksi / mungkin sedang menuggu hujan reda. Ketika aku lewat didepannya, kuberhentikan motorku dan kutawarkan tumpangan untuknya.
“Ojek kak?” wanita itu nampak ragu-ragu dan melihat kearahku
“Kejalan ****** berapa?” tanyanya
“20rb kak” jawabku dan tak kusangka wanita tersebut mau juga aku tawarin
“Mmm…Baiklah, ada jas hujannya too?” tanya wanita itu
“Ada kak, namun cuma satu, nanti dibelakang kan gak kena hujan” jawabku meyakinkannya, padahal dia sudah basah kuyup oleh hujan. Tubuhnya yang sangat semox dan terlihat sangat seksi, wah aku yang beruntung nih dibandingkan teman-temanku tadi.
Dibawah hujan rintik, aku sempat berpikir bila dia bukan penumpangku, wah pasti udah kugoda nih, tiba-tiba dia merapatkan dadanya dipunggungku.
“Siapa namamu?” tanyanya
“Bima kak” jawabku
“Kalo kakak siapa namanya???” tanyaku
“Dina” jawabnya singkat
Aku-pun ngegas motorku sedikit kencang agar cepat sampai tujuan. Dan tak terasa selang beberapa menit ternyata sudah sampai didepan rumahnya.
“Kamu mampir dulu Bim, ntar kakak buatkan kopi penghangat tubuh, sambil nunggu hujan reda” kata Dina
“Ya kak, makasih Kak” balasku sambil berpikir betapa beruntungnya aku
Aku masuk rumah mengikuti Dina dan duduk diruang tamu.
“Nih handuknya dan diminum kopinya yaa” Dina melirik kearahku yang basah kuyup
Waktu itu kulihat tubuh Dina hanya dibalut baju piyama dan rambutnya masih diikat dengan handuk. Dadanya terlihat menonjol besar sekali, wah pasti enak nih dan aku meliriknya. Beberapa menit kemudian muncul seorang perempuan lagi sambil menggendong seorang anak yang katanya berumur setahun dan mengenalkan diri sebagai Pipit adik Dina. Bayi dalam gendongannya sudah tertidur dan Pipit pamitan menidurkan anaknya.
“Apa kamu nginap disini saja Bim, hujan malah tambah deras tuuuh” ujar Dina
Waaaah, tawaran yang kutunggu nih, aku segera memasukkan motorku kegarasi dan bergegas kembali kedalam sambil mengeringkan tubuhku. Aku menuju ruang televisi tempat Dina menikmati secangkir tehnya. Setelah tahu aku datang, dia memberikan baju piyama kepadaku.
“Aku ganti baju dimana nih kak??” tanyaku
“Tuuuh dikamarku saja” jawab Dina sambil menunjuk pintu kamar

Cerita Sex Adik dan Kakak Yang Haus Sex

Kemudian aku bergegas masuk kamar, kemudian melucuti semua baju basahku dan memakai piyama itu. Tanpa kusadari ternyata Dina sudah berada dibelakangku sambil memelukku. Aku sedikit kaget kemudian aku berbalik, dadaku bergetar melihat Dina membuka tali piyamanya.
“Kenapa Bim, takut yaa?”katanya sambil mendekat kearahku terus berjongkok didepanku, kulihat dadanya lumayan besar dan membuat penisku tegak berdiri
“Woow, gedeee banget!!” kata Dina manja sambil mengusap zakarku perlahan
Dan langsung saja dikulumnya p3nisku masuk kedalam mulutnya yang mungil. Kurasakan sensasi yang luar biasa. Terus dikocoknya k0ntolku, perlahan penuh perasaan, sepertinnya Dina sudah mahir sekali. Kutarik bajunya hingga kami sekarang benar-benar telanjang dan kugendong Dina menuju ranjang dan kuletakkan dipojok. Kucium bibirnya dan Dina membalas dengan napas memburu. Kuremas payudaranya, payudara yang besar, halus dan kuning itu segera kulumat. Cerita Mesum
“Mmmhh,..nikmat sekali Bim,..”
“Teruuss,..Biiimmm”
Tanganku terus mengerayangi memek Dina yang sudah basah. Terus kujilati klitorisnya yang hangat, kujambak rambut vaginanya dan Dina menjerit sambil mengeluarkan lendir bening kemulutku, Dina menggelinjang dan kemudian Dina orgasme. Terus kujilati cairan itu sampai habis, sesekali kusentil klitorisnya dengan lidahku. Cerita Sex
“Biiiimmmm..masukkan k0ntolmu, pleasee” ujar Dina sambil merem melek
Langsung saja kudekatkan batang k0ntolku kearah lubang vaginanya, kumasukkan kepala k0ntolku sedikit demi sedikit yang membuat Dina gak tahan lantas menaikkan pinggulnya dan tanpa terhalang-halangi penisku-pun masuk kedalam vaginanya. Kutusukkan pelan-pelan k0ntolku karena ukurannya terlalu besar bagi vagina Dina. Cerita Mesum
“Teruuss yang kencangg…Oooouuuhhhh…”
“Aaaahh…Aaaaahh…Uuuhh” kutusuk lebih keras hingga berbunyi “Sluugg….Sluugg” sambil kuremas payudaranya yang sudah mengeras putting susunya. Gerakkanku semakin kesetanan dan melihat Dina merem melek sambil mendesah. Lebih dari 15 menitan aku dalam posisi tradisional seperti itu, kulihat Dina sudah lemas sekali, Dina sudah berkali-kali orgasme.
“Din…aku keluarin didalam yaa” kataku sambil mengocok k0ntolku terus didalam vaginanya
“Mmhh…terrseraahhh” kata Diina sudah tidak jelas lagi dan tak lama kemudian “Croot…Croott…Crooottt…Crooottt…” kusemprotkan spermaku kedalam vaginanya, Dina-pun kemudian lemas. Kemudian kucabut penisku dan berbaring disampingnya.
Kupeluk Dina yang kecapaian, ditambah harus melawan burungku yang sudah cukup terkenal dikalangan cewek teman-temanku.
“Aku tidur dulu Bim, capek! besok pagi bangunkan aku yaa” kata Dina
Aku bangun, sambil mengenakan piyama lagi dan menuju keruang televisi, aku baru tidak ingin tidur cepat nih, karena masih sekitar jam setengah 12 malem. Kulihat Pipit masih duduk didepan TV.
“Acaranya bagus yaaahh?” tanyaku basa-basi
“Wah jelek nih, pusing jadinya..” balasnya sekenanya
“Tolong dong Bim, ganti DVD saja, tuh didepan banyak DVD” tambha Pipit
Dengan malas kuraih DVD dan menghidupkan playernya, kusetel saja sebuah DVD tanpa gambar sampul disitu. Setelah hidup aku-pun berbalik kearah Pipit sambil duduk disofa, disampingnya. Aku kaget saat kulihat dilayar sebuah aksi yang sangat mendebarkan, seorang laki-laki yang sedang bercumbu dengan 3 wanita! wah?!
“Kamu suka kayak gitu ya Pit???” kataku menggoda
Santi hanya tersenyum sambil berbisik kearahku.
“Ayo puaskan aku seperti kakakku tadi, aku tahu apa yang kamu lakukan”
Pipit-pun melucuti pakaiannya dan menarik tali tali piyamaku. Penisku yang dari tadi sudah tegak dapat dilihat langsung oleh Pipit. Langsung saja Pipit Santi meraup mulutku dan kami berciuman diatas sofa. Bibir Pipit melumat bibirku. Keliatan sekali dia sangat bernafsu, mungkin dia sudah lama gak pernah melakukannya. Kuangkat tubuhnya hingga dadanya ada didepanku, kumasukkan putting susunya kemulutku, kukulum dan Mmmhhhh ternyata keluar air susunya. Cerita Sex
“Wah, kamu ada susunya yaa?” kataku sambil terus meneguk susu tawar itu
“Iya, kamu habisin juga gak papa, toh anakku sudah bobo sekarang!!?” aku semakin bersemangat
Kuhirup susu segar itu langsung dari pabriknya, belum pernah lagi kurasakan hal ini, wah asyik sekali. Pipit terus menggelinjang sambil menggosok-gosokkan mekinya ke penisku yang sudah tegak penuh. vaginanya memang sudah sangat basah, aku maklum saja.
“Bim, aku ingin langsung saja, kamu diam disitu, biar Pipit saja yang,..” Pipit terus berceloteh sambil memutar tubuhnya membelakangiku, didudukinya k0ntolku yang tegak berdiri keatas.
“Aaaahh…Aaauu” bless tanpa hambatan k0ntolku segera bersarang didalam vaginanya
Dengan brutal, seperti orang kelaparan, Pipit menggenjot tubuhnya, hingga burungku keluar masuk dan mengesek dinding vaginanya. Dari pantulan kaca kulihat payudara Pipit naik turun dengan cepat. Terus kuraih saja dan kupilin-pilin putting susunya, tiba-tiba tanganku sudah basah dengan air susu yang banyak keluar dari payudaranya.
“Mmhh,..terus… Pit” desahku
Pipit terus menggoyang sambil sesekali mendongak keatas hingga rambutnya menyabet wajahku.
“Aaaaahh,..teruss” aku kenikmatan sambil kuremasi payudaranya
Sekitar 15 menitan, kemudian aku tak kuat lagi dan kusemprotkan spermaku keatas, membasahi dinding vaginanya yang sangat hangat.
“Aaaaaahh..” Pipit berhenti kecapaian, aku juga sangat kecapaian
“Maafkan aku Pit, aku mungkin belum bisa memuaskan kamu, tapi besok lagi pasti kamu kubuat pingsan” kataku cepat sambil memeluknya
“Aduh Bim…jangan salah…walau kamu diam tadi, aku malah dapat orgasme berkali-kali, kamu hebat Bim!” ujar Pipit
Pipit memelukku sambil mengusap-usap k0ntolku yang masih basah oleh spermaku dan lendirnya, kemudian Pipit mendekatkan wajahnya dan menjilati spermaku yang tersisa dibatang k0ntolku sampai habis.
Begitulah cerita singkatku, sebagai tukang ojek yang sangat beruntung malam itu. kejadian itu berulang terus seminggu 3 kali, tiap kali Pipit ataupun Dina membutuhkan kehangatanku, aku segera datang memenuhinya, sampai saat ini.

Cerita Sex Adik dan Kakak Yang Haus Sex

Senin, 10 Juli 2017

Cerita Sex Nikmatnya ML Dengan Adik ku Yang Masih Perjaka


Cerita - Nama gue Erlina, saat ini tercatat sebagai mahasiswi ekonomi Universitas swasta yang ada di Bandung. Ayah gw berasal dari Bandung, sedangkan ibu gw asli Sukabumi, mereka tinggal di Sukabumi. Cerita dewasa sedarah ini menceritakan kisah nyataku yang terjadi saat masih duduk dibangku sekolah, tepatnya saat kelas 1 SMA. Dan skandal seks tabu ini masih terus berlanjut sampai detik ini! gw terus kecanduan ngentot ama adik kandung gw sendiri.

Sebagai kakak kandung hasrat hubungan sex dengan adik itu slalu saja gagal kubendung.
Gw anak yang paling tua dari tiga bersaudara. Gw mempunyai satu adik laki-laki dan satu adik perempuan. Umurku berbeda 1 tahun dengan adik lelakiku namu adik perempuanku beda lagi 10 tahun. Kami sangat dimanja oleh orang tua kami, sehingga tingkahku yang tomboy dan suka maksa pun tidak dilarang oleh mereka. Begitupun dengan adikku yang tidak mau disunat walaupun dia sudah kelas 2 SMP.

Waktu kecil, Gw sering mandi bersama bersama adik gw, tetapi sejak dia masuk Sekolah Dasar, kami tidak pernah mandi bersama lagi. Walaupun begitu, Gw masih ingat betapa kecil dan keriputnya penis adik gw. Sejak saat itu, Gw tidak pernah melihat lagi penis adik gw. Sampai suatu hari, Gw sedang asyik telpon dengan teman cewekku.

Gw telpon berjam-jam, kadang tawa keluar dari mulutku, kadang kami serius bicara tentang sesuatu, sampai akhirnya Gw rasakan kandung kemihku penuh sekali dan Gw kebelet pengen pipis. Benar-benar kebelet pipis sudah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa permisi dulu sama temanku. Gw berlari menuju ke toilet terdekat. Ketika kudorong ternyata sedang dikunci.

hallow..! Siapa di dalam buka dong..! Udah nggak tahan..! Gw berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi

Iyaaaaaaa..! Wait..! ternyata adikku yang di dalam. Terdengar suaranya dari dalam.

Nggak bisa nunggu..! Cepetan..! kata Gw memaksa.

aduhhhhhhhh….. Gw benar-benar sudah tidak kuat menahan ingin pipis.

kreottttttt..! terbuka sedikit pintu toilet, kepala adikku muncul dari celahnya.

Ada apa sih kak? katanya.

Tanpa menjawab pertanyaannya, Gw langsung nyerobot ke dalam karena sudah tidak tahan. Langsung Gw jongkok, menaikkan rokku dan membuka celana dalamku.

criitttttt keluar air seni dari vagina Gw.

Kulihat adikku yang berdiri di depanku, badannya masih telanjang bulat.

Yeahhhhh..! Sopan dikit napa kak? teriaknya sambil melotot tetap berdiri di depanku.

Waitttt..! Udah nggak kuat nih, kata Gw.

Cerita Sex Nikmatnya ML Dengan Adik ku Yang Masih Perjaka


Sebenarnya Gw tidak mau menurunkan pandangan mata Gw ke bawah. Tetapi sialnya, turun juga dan akhirnya kelihatan deh burungnya si adik gw.

hahahahah.. Masih keriput kayak dulu, cuma sekarang agak gede dikit kataku dalam hati.

Gw takut tertangkap basah melihat kontolnya, cepat-cepat kunaikkan lagi mata Gw melihat ke matanya. Eh, ternyata dia sudah tidak melihat ke mata Gw lagi. Sialan..! Dia lihat vagina Gw yang lagi mekar sedang pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di vagina Gw biar cepat selesai pipisnya.

Tidak sengaja, kelihatan lagi burungnya yang masih belum disunat itu. Sekarang penisnya kok pelan-pelan semakin gemuk. Makin naik sedikit demi sedikit, tapi masih kelihatan lemas dengan kulupnya masih menutupi helm penisnya.

Sialan nih adikku. Malah ngeliatin lagi, mana belum habis nih air kencing..! Gw bersungut dalam hati.

o0oooo.. Kayak gitu ya Kak..? katanya sambil tetap melihat ke vagina Gw.

Eh kurang ajar Lu ya dik! langsung saja Gw berdiri mengambil gayung dan kulemparkan ke kepalanya.

Kletokkkk..! kepala adikku memang kena pukul, tetapi hasilnya air kencingku kemana-mana, mengenai rok dan celana dalamku.

Ya… basah deh rok kakak… katGw melihat ke rok dan celana dalamku.

Syukurin..! Makanya jangan masuk seenaknya..! katanya sambil mengambil gayung dari tanganku.

Mandi lagi ahh..! lanjutnya sambil menyiduk air dan menyiram badannya.

Terus dia mengambil sabun dan mengusap sabun itu ke badannya.

Waduh.., sialan nih adik gw! sungutku dalam hati.

Waktu itu Gw bingung mau gimana nih. Mau keluar, tapi Gw jijik pake rok dan celana dalam yang basah itu. Akhirnya kuputuskan untuk buka celana dalam dan rokku, lalu pinjam handuk adikku dulu. Setelah salin, baru kukembalikan handuknya.

Udah.., pake aja handuk Gw kak! kata adikku.

Sepertinya dia mengetahui kebingunganku. Kelihatan kontolnya mengkerut lagi.

Jadi lucu lagi gitu..! Hihihi..! dalam hatiku.

Gw lalu membuka celana dalam gw yang warnanya merah muda, lalu dilanjutkan dengan membuka rok. Kelihatan lagi deh memek Gw. Gw takut adikku melihatku dalam keadan seperti itu. Jadi kulihat adik gw. Eh sialan, dia memang memperhatikan Gw yang tanpa celana.

kakak Memek tu emang gemuk kayak gitu ya..? kakakaka..! katanya sambil nyengir.

Sialan, dia menghina vagina Gw, Daripada culun kayak punya lhoo..! kata Gw sambil memukul bahu adik gw.

Eh tiba-tiba dia berkelit, wakzzzzzz..! katanya.

Karena Gw memukul dengan sekuat tenaga, akhirnya Gw terpeleset. Punggungku jatuh ke tubuhnya. Kena deh pantatku ke penisnya.

Iiihhh.., rasanya geli banget..! cepat-cepat kutarik tubuhku sambil bersungut, Huh..! kakak sih..!

kak.. kata Kakak tadi culun, kalau kayak gini culun nggak..? katanya mengacuhkan omonganku sambil menunjuk ke penisnya.

Kulihat penisnya mulai lagi seperti tadi, pelan-pelan semakin gemuk, makin tegak ke arah depan.

Ya.. gitu doang..! Masih kayak anak SD ya..? kata Gw mengejek dia.

Padahal Gw kaget juga, ukurannya bisa bertambah begitu jauh. Ingin juga sih tahu sampai dimana bertambahnya. Iseng Gw tanya, Gedein lagi bisa nggak..? kata Gw sambil mencibir.

Bisa..! Tapi kakak harus bantu dikit dong..! katanya lagi.

Megangin ya..? Wisssss.., ya nggak mau lah..! kataku.

Bukan..! kakak taruh ludah aja di atas kontolku..! jawabnya.

Karena penasaran ingin melihat penis cowok kalau lagi penuh, kucoba ikuti perkataan dia.

Gitu doang kan..? Mau kakak ngeludahin Kamu mah. Dari dulu Kakak pengen ngeludahin Kamu” ujarku

Sialan nih adikku, Gw dikerjain. Kudekatkan kepal Gw ke arah penisnya, lalu Gw mengumpulkan air ludahku. Tapi belum juga Gw membuang ludahku, kulihat penisnya sudah bergerak, kelihatan penisnya naik sedikit demi sedikit. Diameternya makin lama semakin gede, jadi kelihatan semakin gemuk. Dan panjangnya juga bertambah. keren banget melihatnya. Geli di sekujur tubuh melihat itu semua. Tidak lama kepala penisnya mulai kelihatan di antara kulupnya. Perlahan-lahan mendesak ingin keluar. Wahh..! Bukan main perasaan senangku waktu itu. Gw benar-benar asyik melihat helm itu perlahan muncul.

Akhirnya bebas juga kepala penis itu dari halangan kulupnya. Penis adikku sudah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya kini lebih merah. Gw jadi terangsang melihatnya. Kualihkan pandangan ke adikku.

Hehe… dia ke arahku. Masih culun nggak..? katanya lagi. Hehe..! Macho kan kak! katanya tetap tersenyum.

Tangannya tiba-tiba turun menuju ke selangkanganku. Walaupun Gw terangsang, tentu saja Gw tepis tangan itu.

Apaan sih dik..! kubuang tangannya ke kanan.

Kak..! Please kakkk.. Pegang aja kak… Nggak akan diapa-apain… Gw pengen tahu rasanya megang itu-nya cewek. Cuma itu aja kak.. kata adik gw, kembali tangannya mendekati selangkangan dan mau memegang memek gw.

ehmmmm.. sebenarnya Gw mau jaga image, masa mau sih sama adik sendiri, tapi Gw juga ingin tahu bagaimana rasanya dipegang oleh cowok di memek!hihihii…

Inget..! Jangan digesek-gesekin, taruh aja tanganmu di situ..! akhirnya Gw mengiyakan. Deg-degan juga hati ini.

Tangan adik gw lalu mendekat, bulu kemaluanku sudah tersentuh oleh tangannya. Ihh geli sekali… Gw lihat penisnya sudah keras sekali, kini warnanya lebih kehitaman dibanding dengan sebelumnya. opppssttttt… Hangatnya tangan sudah terasa melingkupi vagina Gw. Geli sekali rasanya saat bibir vagina Gw tersentuh telapak tangannya. Geli-geli nikmat di syaraf vagina Gw. Gw jadi semakin terangsang sehingga tanpa dapat ditahan, vagina Gw mengeluarkan cairan.

Hihihi.. kakak terangsang ya..?

Enak aja… sama adik mah mana bisa terangsang..! jawabku sambil merapatkan selangkangan gw agar cairannya tidak semakin keluar.

Ini basah banget apaan Kak..?

Itu sisa air kencing Kakak tahuuu..! kata Gw berbohong padanya.

Kak… memek tu anget, empuk dan basah ya..?

Tau ah… Udah belum..? Gw berlagak sepertinya Gw menginginkan situasi itu berhenti, padahal sebenarnya Gw ingin tangan itu tetap berada di situ, bahkan kalau bisa mulai bergerak menggesek bibir memek Gw.

Kak… gesek-gesek dikit ya..? pintanya.

Tuh kan..? Katanya cuma pegang aja..! Gw pura-pura tidak mau.

Dikit aja Kak… Please..!

Terserah adik aja deh..! Gw mengiyakan dengan nada malas-malasan, padahal mau banget tuh. Hihihi.. Habis enak sih…

Tangan adik gw lalu makin masuk ke dalam, terasa bibir vagina Gw terbawa juga ke dalam.

uhhhhhh..! Hampir saja kata-kata itu keluar dari mulut gw. Rasanya nikmat sekali. Otot di dalam vagina Gw mulai terasa berdenyut. Lalu tangannya ditarik lagi, bibir vagina Gw ikut tertarik lagi.

Ouughhhhhhhhh..! akhirnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat di vagina Gw.

Badanku terasa limbung, bahuku condong ke depan. Karena takut jatuh, Gw bertumpu pada bahu adik gw.

Enak ya kak..?

Heeheee.., jawabku sambil memejamkan mata.

Tangan adik gw lalu mulai maju dan mundur, kadang klitoris gw tersentuh oleh telapak tangannya. Tiap tersentuh rasanya nikmat luar biasa, badan ini akan tersentak ke depan.

kak..! Adek juga pengen ngerasaain enaknya dong..!

Kamu mau diapain..? jawab gw lalu membuka mata dan melihat ke arahnya.

Ya pegang-pegangin juga..! katanya sambil tangan satunya lalu menuntun tanganku ke arah kontolnya.

Kupikir egois juga jika Gw tidak mengikuti keinginannya. Kubiarkan tangannya menuntun tangan gw. Terasa hangat penisnya di genggaman tangan ini. Kadang terasa kedutan di dalamnya. Karena masih ada sabun di penisnya, dengan mudah Gw bisa memaju-mundurkan tanganku mengocok penisnya.

Kulihat tubuh adikku kadang-kadang tersentak ke depan saat tanganku sampai ke pangkal penisnya. Kami berhadapan dengan satu tangan saling memegang kemaluan dan tangan satunya memegang bahu.

Tiba-tiba dia berkata, Kak..! Titit Adek sama memek Kakak digesekin aja yah..!

hooh Gw langsung mengiyakan karena Gw sudah tidak tahan menahan rangsangan di dalam tubuh.

Lalu dia melepas tangannya dari vagina Gw, memajukan badannya dan memasukkan penisnya di antara selangkangan gw. Terasa hangatnya batang penisnya di bibir vagina Gw. Lalu dia memaju-mundurkan pinggulnya untuk menggesekkan penisnya dengan vagina Gw.

ohhhhh..! Gw kini tidak malu-malu lagi mengeluarkan erangan.

Dek… masukin aja..! Kakak udah nggak tahan..! Gw benar-benar sudah tidak tahan, setelah sekian lama menerima rangsangan. Gw akhirnya menghendaki sebuah penis masuk ke dalam memek Gw.

Iya Kak..!

Lalu dia menaikkan satu paha Gw, dilingkarkan ke pinggangnya, dan tangan satunya mengarahkan penisnya agar tepat masuk ke itil Gw.

Gw terlonjak ketika sebuah benda hangat masuk ke dalam kemaluanku. Rasanya ingin berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yang kurasa. Akhirnya Gw hanya bisa menggigit bibir gw untuk menahan rasa nikmat itu. Karena sudah dari tadi dirangsang, tidak lama kemudian Gw mengalami orgasme. Vagina Gw rasanya seperti tersedot-sedot dan seluruh syaraf di dalam tubuh berkontraksi.

ohhhhhh..! Gw tidak kuat untuk tidak berteriak.

Kulihat adik gw masih terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba dia mendorong sekuat tenaga hingga badanku terdorong sampai ke tembok.

Ouughhh..! katanya.

Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah vagina Gw. Lalu badannya tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat di dalam vagina Gw.

Lama kami terdiam dalam posisi itu, kurasa penisnya masih penuh mengisi vagina Gw. Lalu dia mencium bibirku dan melumatnya. Kami berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram tubuh ini. Kami saling melumat bibir lama sekali. Tangannya lalu meremas payudara dan memilin putingnya.

Kak..! Kakak nungging, terus pegang bibir bathtub itu..! tiba-tiba dia berkata.

Wahh..! Gila adik ya..!

Udah.., ikutin aja..! katanya lagi.

Gw pun mengikuti petunjuknya. Gw berpegangan pada bathtub dan menurunkan tubuh bagian atasku, sehingga batang kemaluannya sejajar dengan pantatku. Gw tahu adikku bisa melihat dengan jelas vagina Gw dari belakang. Lalu dia mendekatiku dan memasukkan penisnya ke dalam vagina Gw dari belakang.

uhhhhhh..! %@!#$&tt..! Gw menjerit saat penis itu masuk ke dalam rongga vagina Gw.

Rasanya lebih nikmat dibanding sebelumnya. Rasa nikmat itu lebih kurasakan karena tangan adikku yang bebas kini meremas-remas payudara Gw. Adikku terus memaju-mundurkan pantatnya sampai sekitar 10 menit ketika kami hampir bersamaan mencapai orgasme. Gw rasakan lagi tembakan sperma hangat membasahi rongga vagina Gw. Kami lalu berciuman lagi untuk waktu yang cukup lama.

Setelah kejadian itu, kami jadi sering melakukannya, terutama di kamar gw ketika malam hari saat orang tua sudah pergi tidur. Minggu-minggu awal, kami melakukannya bagaikan pengantin baru, hampir tiap malam kami bersetubuh. Bahkan dalam semalam, kami bisa melakukan sampai 4 kali. Biasanya Gw membiarkan pintu kamar gw tidak terkunci, lalu sekitar jam 2 malam, adik gw akan datang dan menguncinya.

Lalu kami bersetubuh sampai kelelahan. Kini setelah Gw di Bandung, kami masih selalu melakukannya jika ada kesempatan. Kalau bukan Gw yang ke Sukabumi, maka dia yang akan datang ke Bandung untuk menyetor jatah spermanya ke memek Gw. Saat ini Gw mulai berani menelan sperma yang dikeluarkan oleh adik kandung gw sendiri! Begitulah cerita dewasa sedarah itu terjadi, dan terus terang gw kecanduan ngentot ama adik gw sampai sekarang !

Cerita Sex Nikmatnya ML Dengan Adik ku Yang Masih Perjaka

Cerita Sex Wanita Kembang Desa Yang Masih Perawan


Cerita - Berawal dari teman-temanku yg bercerita tentang betapa nikmatnya melakukan hubungan Intim dengan seorang wanita, dia bercerita nikmatnya mencium memek perawan, nikmatnya penis dikulum sampai muncrat, dan lain-lain masih banyak lagi teman-temanku bercerita kepadaku.
Namun selama ini aku hanya bisa melihat video bokep aja. lama kelamaan hingga akhirnya aku bisa merasakan yang dikatakan oleh teman-temanku,

Kalau ngentot seorang gadis perawan itu sangat nikmat sekali.Sebut saja nama ceweknya Tiara, anak dari pembantu rumahku.
Bahkan orangtuaku sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri.
Suatu ketika Bibi Ani minta ijin kepada orangtuaku untuk untuk pulang kedesanya, karena adiknya yg di desa sedang sakit dan Tiara harus merawatnya,

Namun Bibi Ani tidak pulang begitu saja, sebelum ia pulang, Bibi Ani menyuruh anak perempuannya untuk datang kerumahku untuk menggantikan pekerjaannya selagi masa dia cuti.
Anak Bibi Ani ini masih sangat muda sekali, umurnya masih belasan tahun yaitu namanya Tiara.
Meskipun dia berasal dari desa, namun dia seperti orang kota yang perawatan. Dia memiliki kulit putih bersih, serta badannya langsing montok, aku dapat melihatnya kemolekan tubuh Tiara dibalik baju desa yang sering dipakainya.

Setelah seminggu Tiara tinggal dirumahku, aku semakin akrab dengannya karena pada saat itu aku sedang liburan sekolah, makanya aku sering dirumah, toh juga ada pemandangan yg enak dirumah”pikirku
Kalau pekerjaan Tiara sudah selesai semua, kami sering ngobrol banyak hal seperti yg sudah kenal lama.
Hingga akhirnya suatu hari orangtuaku bilang kepada kami untuk jaga rumah karena bapak
dan ibuku ingin pergi ketempat saudara dan pulangnya akan larut malam.

Orangtuaku juga berpesan kepada Tiara untuk melayani semua yang aku inginkan karena kebiasaanku pada ibunya Tiara juga begitu, dan Tiarapun mengangguk ketika mendengar pesan dari ibuku.
Aku pun sangat senang sekali, karena dengan Tiara melayaniku, aku akan bisa menggodanya dengan
bebas, dan aku akan berusaha membuktikan apa yang dikatakan teman-temanku tentang nikmatnya berhubungan Intim.

Cerita Sex Wanita Kembang Desa Yang Masih Perawan

Setelah ibuku pergi, aku langsung memanggil Tiara.
“Tiara, sini temenin aku ngobrol sambil aku makan, ”kataku ketika melihat Tiara melintas. “Kamu sekolah kelas berapa Tiara ?”tanyaku lagi
“Kelas 1 SMA Kak”katanya polos.
“Di kampung kamu sudah punya pacar apa belum ? Atau sudah dilamar ? “tanyaku lagi.
“Belum kak, Suer!”jawab Tiara. “Kalau Kakak sendiri, pasti udah punya pacar ya ?”
“Gadis kota mana ada yg mau sama aku, Ya ?”Lagi pula aku sukanya gadis yg masih polos seperti kamu.”kataku mulai mengeluarkan rayuan gombal.
“Ah Kak, bisa saja,”katanya sambil malu-malu, “Aku kan cuma seorang anak pembantu”
“Tiara, aku sudah selesai makan. Nanti sesudah beres-beres kamu temenin aku ke ruang atas ya. Soalnya aku kesepian, bapak dan ibu baru pulang malam hari, “kataku sambil bergegas naik ke lantai atas sambil memikir “gimana cara mengendaliin si Tiara”

Kutunggu-tunggu Tiara akhirnya dia datang juga, rupanya dia tadi habis mandi, dan tercium wangi tubuhnya yg bergairah. Segera kusuruh ia duduk menemaniku nonton kaset VCD. Sengaja kuputar film korea yang semi. Kupilih yang tidak terlalu vulgar, supaya Tiara jangan sampai kaget melihatnya.
Adegan yg ada paling cuma percintaan sampai di ranjang tanpa memperlihatkan dengan detail.
Rupanya adegan-adegan itu membuat Tiara terpengaruh juga hingga duduknya jadi tidak bisa diam.

“kak. sudah ya nontonnya, aku mau ke bawah,”katanya.
“Tunggu dulu Tiara, aku mau ngomong, “kataku yang telah dapat ide untuk menjeratnya,
“Kamu takut tidak bisa melanjutkan sekolah karena biaya ya ? Kalau cuma itu, soal gampang, aku akan bisa membantumu, asal…
“Asal apa kak,”katanya bersemangat.
“Asal kamu mau membantu aku juga,”kataku sambil pindah ke dekatnya. Segera kuraih tangannya, kupeluk dan kucium bibirnya. Tiara sangat kaget dan segera berontak sambil menangis.
“Tiara, kamu pikir aku akan memperkosamu ? “kataku lembut. “Aku cuma mau supaya kamu bersedia menjadi pacarku kok”

Ia terbelalak tidak percaya. Sebelum ia sempat mngucapkan apa-apa langsung kuserbu bibirnya, tapi kali dengan lebih lembut lalu turun ke bawah kuciumi lehernya.
Tiara terengah-engah terbawa kenikmatan yg belum pernah dialami sebelumnya.
Ingin rasanya kurebahkan dan kutiduri, tapi akal sehatku mengatakan jangan terburu-buru. Menikmati kopi panas harus ditiup-tiup dulu sebelum direguk.”pikirku

Dengan perlahan-lahan menciumi lehernya lalu aku turun ke bagian dadanya, dan kubuka kancing
dasternya dari belakang tanpa sepengetahuannya
Tetapi ketika akan kuturunkan daster itu, ia keburu sadar dan mau protes. Segera kubuka baju kaosku sambil mengatakan udara yg sangat panas. ayo lah kita buka baju sekarang”ajakku

“Tiara kamu curang sudah lihat dadaku, sekarang biar impas aku juga mau lihat dada kamu”
“Ah jangan Kak, malu aku,”katanya sambil memegang erat bagian depan dasternya.
“Bajunya aja kok Tiara. kalau malu BH nya ngak usah,”kataku sambil menyerbunya lagi dengan ciuman mesra.
Tiara tergagap dan kurang siap dengan serbuanku ini hingga aku berhasil membuka dasternya. Segera kuciumi bagian seputar payudaranya yg masih tertutup BH.
“Aduh, Hhhmmm… enak sekali”katanya sambil menggelinjang. Tanganku pun bergoyang membuka pengait behanya.

Tetapi ketika kulepaskan ciumanku karena hendak membuka BH nya ia kembali sadar dan melakukan protes.
“lho Kak janjinya barusan BH nya tidak dibuka”
Tanpa menjawab apapun, segera kuserbu payudaranya yang sangat indah bentuknya itu,
Hhhmm… Hmmm…”suara jilatanku ke payudaranya
Dengan puting yang  masih kecil berwarna coklat muda. Kukulum payudara sambil kuemut-emut. Ia tidak dapat berkata apa2 tetapi menjerit-jerit keenakan.
Terdengar alunan suara erangan yg indah, “Ssssssshhh… Yeeaaah…”dari bibirnya yang mungil.

Jemariku mulai bergerak menjelajah selangkangannya yg masih tertutup celana dalam yang juga berwarna hitam.
Rupanya hebat sekali rangsangan demi rangsangan yang Tiara terima sehingga mulai keluar
cairan basah dari memeknya. “Oh Kak, Ooohh… Hhhhmm, mantap sekali,”Desahnya.
Tanpa disadarinya jariku udah menyelinap ke balik celana dalamnya dan mulai menari-nari di celah kewanitaannya. ternyata Jariku berhasil menyentuh klitorisnya dan terus kuputar-putar, membuat badannya gemetaran.

“Ahhh…. !”jerit Tiara, dibarengi tubuhnya yg mengejang. Rupanya ia sudah mencapai klimaksnya. Tak lama tubuhnya jatuh lemas, setelah mengalami kenikmatan klimaks pertama dalam hidupnya.
Ia terbaring di sofa dengan setengah telanjang, hanya sebuah celana dalam yg menutupi tubuhnya.
Segera aku berdiri dan melepaskan celana dalamku untuk menyetubuhinya,”pikirku ia masih lemas dan pasti tidak akan banyak melakukan protes”

“Lho Kak, kok telanjang.”katanya sambil berusaha untuk duduk
“Yan, kamu itu curang sekali. Kamu sudah merasakan kenikmatan, aku belum. kamu sudah
melihat seluruh tubuhku, aku cuma bagian atas saja, ” kataku sambil secepat kilat menarik
celana dalamnya.

Kak, jangan ! “protesnya sambil memertahankan celana dalamnya, tetapi ternyata kalah tangkas dengan kecepatan tanganku yang berhasil melolosi celana dalamnya dari sela-sela kedua kakinya.
Terlihatlah pemandangan indah yg baru pertama kali kulihat secara langsung. Memeknya masih sempit, dan baru ditumbuhi sedikit bulu-bulu. sehingga penisku  langsung membesar dan mengeras.

Segera kuciumi payudaranya. dan Tiara kembali terangsang sambil kubuka kedua kakinya dengan kedua kakiku, “Kak, jangan… !”katanya. Tetapi tanpa memperdulikan protesnya ku cipok bibirnya agar tidak dapat bersuara.
Perlahan-lahan penisku mulai mencari sasarannya. Ah, ternyata susah sekali memasukkan penisku ke vaginyanya yang masih original. Bolak-balik meleset dari sasarannya. Aku tidak tahu pasti dimana letaknya sang lubang kenikmatan.

“Kak, jangan aku masih perawan,”protes Tiara ketika berhasil melepaskan bibirnya dari ciumanku.
“Jangan takut sayang, aku cuma gesek-gesek di luar aja, “kataku sambil mengarahkannya ke celah yang sangat sempit itu.
Ketika tepat di depan bibir kewanitaannya, kutempelkan dan kusegesk-gesek sambil juga
kuputar-putar di dinding Memeknya itu. “Kak, kak, Hm…, Oh… geli sekali, “katanya penuh
kenikmatan.

Kurasakan cairan pelumasnya mulai keluar kembali dan membasahi penisku.
Lalu mulai kepala penisku sedikit demi sedikit kumasukkan ke dalam memeknya dengan
menyodoknya perlahan-lahan,
“Awww sakit kak” Tadi katanya ngak akan dimasukkin, “protes Tiara, ketika kepala penisku mulai agak masuk. nikmatin aja ya Tiara cantik!” kataku setengah berbohong sambil terus bekerja.
Terasa sempit sekali lubangnya si Tiara ini, sehingga susah bagiku untuk memasukkan seluruhnya.
Gerakan pantatku semakin menggila memaju-mundurkan di dalam Memek Tiara.

Tetapi tidak kutarik sampai keluar, Rupanya rasa sakit yg dialami Tiara tergantikan dengan rasa nikmat.
Yang keluar dari bibir mungilnya hanyalah suara Aahhh… Ouuhhh… Hhmmmm.. setiap kali ku maju mundurkan penisku, menandakan ia sangat menikmati pengalaman baru ini.
Penisku semakin lama semakin menegang. Keringat bercucuran dari tubuhku, Akupun mengalami kenikmatan yang selama ini hanya kuimpikan. Apalagi Sekitar selangkanganku terasa ngilu. Rupanya aku sudah mendekati klimaks.

Gerakan pantatku pun semakin cepat, terasa jepitan memek perawan desa ini semakin kencang juga. Empuk sekali rasanya setiap kali penisku terbenam di dalamnya.
Terasa hampir meledak penisku di cengkram memeknya, tak berapa lama aku bersiap-siap memuntahkan air mani ke bagian luar tubuh Tiara.

Croot, Croot, crooot ! Air maniku muncrat ke bagian bibir memeknya, sambil terdengar lenguhan panjang dari bibir mungil Tiara. Aaaaaaaaaaahhhh” Rupanya kami mencapai orgasme bersamaan.
Tubuhku pun jatuh terbaring di samping tubuhnya dengan penuh rasa kenikmatan. Hingga kami berdua terbaring tak berdaya. Tubuh lemas, tetapi masih terasa kenikmatan yg sampai ke ubun-ubun dan dengkul kaki yang lemas.

Cerita Sex Wanita Kembang Desa Yang Masih Perawan