Kamis, 10 Agustus 2017

Melepas Keperjakaan Dengan Pembantu Yang Masih Perawan

Melepas Keperjakaan Dengan Pembantu Yang Masih Perawan - Karena kesibukan orang tuaku dengan segala urusan kerjanya, membuat pekerjaan rumah menjadi terbengkalai. Rumah setiap hari berantakan dan sering juga kotor. Aku sangat gak nyaman sekali dengan keadaan rumah yang kotor, kemudian kusarankan pada kedua orangtuaku untuk mencari seorang pembantu dan kedua orantuaku pun akhirnya menyetujui saranku. Sekitar 4 hari kemudian, ada seorang perempuan datang kerumah.


Sekejap kuamati sekujur tubuhnya dari kepala sampai ujung kakinya. Waktu itu perempuan itu menggunakan baju yang cocok dengan orang desa, namun kulihat kulitnya sangat putiih bersih sekali. Tubuhnya-pun juga seksi, pinggangnya ramping dan juga raut wajah yang jika sedikit dipoles disalon bakal bisa ngalahin orang kota.

Kemudian perempuan itu memperkanalkan dirinya, namanya Aini, usianya sekitar 29 tahunan. Dia mempunyai body yang seketika itu membuat aku langsung tertarik. Aini memiliki tinggi 167cm dengan berat badan sekitar 56kg, membuat tubuhnya terlihat sangat seksi dan nampak ideal. Selain itu Aini juga memiliki gundukan gunung kembar yang cukup besar, kutafsir sekitar 36B. Setelah mamah menjelaskan semua tanggung jawabnya dirumahku, Aini-pun mulai bekerja.

Hari demi hari Aini bekerja seperti biasa, namun perasaanku berkata lain. Tiap hari kuamati Aini ketika sedang bekerja, aku menjadi nafsu saja dan jujur aku suka dengan pembantuku Aini itu. Sementara kedua ortang tuaku setelah mempunyai pembantu dirumah, pekerjaannya bertambah sibuk, bahkan mereka sering keluar kota untuk mengejar tender pekerjaannya. Hingga aku sering dirumah berdua saja dengan pembantuku.

Saat kedua ortuku sedang diluar kota hingga beberapa, aku juga sering bolos sekolah hanya untuk menikmati pemandangan tubuh Aini yang seksi ketika sedang bekerja. Sesekali aku juga nekat mengintip Aini ketika mandi hanya untuk bisa melihat tubuh molek Aini tanpa sehelai benangpun.

Sekitar 2 bulan lebih aku jarang berbicara dengan Aini, aku hanya bisa memendam perasaan suka ku ini dan rasa inginku berhubungan sex dengannya. Unutk melampiaskan nafsuku dengan Aini, aku hanya bisa menonton video porno sambil membayangkan tubuh molek Aini yang berakhir dengan aku mengocok. Begitu selesai ngocok, aku terus mencari keberadaan Aini dan setelah mendapatinya, kupandangi terus tubuhnya yang seksi dan molek itu.

Melihat tubuh Aini yang masih singset dan rapet itu, aku berpikiran kalau Aini pasti masih perawan. Selain itu Aini juga dari desa yang jauh dari pergaulan bebas seperti dikota, membuat aku berpikir lagi kalau Aini sangat cocok denganku yang masih perjaka.

Sejenak dengan sambil memandangi tubuh Aini aku berpikir unutk mengajak Aini berhubungan sex, namun pikiranku kembali lagi, aku takut kalau Aini menolak ajakanku dan malah melaporkannya kepada kedua ortuku malah jadi berabe. Kemudian kurungkan saja niatku untuk ngajak Aini ngentot.

Semakin hari gairahku untuk merasakan hubungan sex dengan Aini semakin besar dan pikiran itu semkain menyelimuti otakku. Hingga suatu malam, kedua orang tuaku hendak pergi keluar kota selama seminggu dan sebelum orangtuaku pergi, dia berpesan kepada Aini untuk mengurus rumah dengan baik dan juga mengurusku.

Aini diperintah untuk mengurus segala keperluanku dan segala keinginanku selama kedua orangtuaku pergi. Mendengar mamah berpesan seperti itu pada Aini, sontak aku sangat gembira. Dan aku langsung berpikir dengan kesempatan ini, aku pasti bisa ngajak Aini unutk berhubungan sex.

Pagi harinya kedua orangtuaku pun bergegas menuju luar kota dan aku sendiri pun bergegas menuju sekolahan. Namun sesampainya disekolah, aku snagat tidak nyaman sekali, pikiranku melayang membayangkan Aini yang sedang dirumah sendirian. Aku membayangkan hal-hal yang tidak-tidak ketika pelajaran hingga akal bulusku keluar.

Disekolah aku pura-pura sakit, dan setelah jam istirahat tiba, aku mendatangi wali kelasku dan aku minta ijin untuk pulang. Dengan wajahku yang menyakinkan, wali kelasku-pun mengijinkanku untuk pulang. Dan kemudian aku pun langsung bergegas pulang dengan rasa sangat gembira.
Tak berapa lama akhirnya aku sampai dirumah, waktu aku sampai dirumah aku kaget melihat penampilan dari Aini yang berpakaian sangat seksi sekali. Dia hanya memakai tengtop strit dan androk menerawang saja.

Lanjutan Cerita Melepas Keperjakaan Dengan Pembantu Yang Masih Perawan

Aku sangat kagum dengan lekuk tubuhnya yang sangat molek. Setelah aku masuk rumah aku terus memandangi tubuh molek Aini, aku pikir Aini pasti tau kalau aku memandanginya, namun yang aku heran Aini bersikap biasa saja seakan sudah terbiasa. Birahi Sex ku langsung keluar. Namun aku masih menahannya, kucoba mengumpulkan segala keberanianku dulu.

Sampai akhirnya malam-pun tiba, kuberanikan diri untuk masuk kedalam kamarnya yang sangat harum sekali. Kreeekkk..Aini kulihat tertidur pulas. Jantungpun semakin tidak menentu dengan pikiran-pikiran jahat yang telah terlintas dibenak. Akupun perlahan mengendap-endap mendekatinya. Aini malam itu mengenakan pakaian tidur tipis warna merah.

Aini tidur terlentang, hingga memudahkan aku memulai aksiku. Kuelus wajahnya yang cantik dan mulus itu dan aku tertarik untuk memegang buah dadanya yang terlihat putting susunya, karena Aini sepertinya tidak mengenakan BH malam itu.

Kubuka perlahan kancing bajunya dan merentangkannya lebar-lebar dan nampaklah payudaranya yang sangat kencang berisi, putting susunya berwarna merah kecoklatan pun terlihat jelas. Aku-pun semakin tak karuan, nafas dan detak jantung, semuanya. Kemudian kucoba menurunkan celana pendeknya, berhubung dipinggang hanya berbahan karet elasti, jadi mudah bagiku untuk menurunkannya.

Wooww..Aku terkejut ternyata Aini gak memakai CD, nampaklah vagina dengan jembut yang sangat sangat jarang dan nampak gak pernah dicukur itu, sangat bersih dan mulus kelihatannya. Berhubung warna kulitnya adalah sangat putih, v4ginanya berwana merah. Itu pertama kali kulihat v4gina secara langsung, namun berkeinginan untuk meneruskan aksiku malam itu.

Mumpung Aini-pun masih terlelap, jadi kenapa tidak melanjutkan pekerjaan setengah jalan ini? Aku pun mulai memegangi putting susunya, payudara dan v4gina yang kudambakan itu secara berurutan. Mulus sekali tubuh Aini yang membuat burungku semakin berasa terbang. Lama kelamaan vaginanya menjadi basah dan sangat hangat. Terkagetlah Aku saat Aini tersadar dan duduk sambil bertanya.

“mas Ardi, sedang apa? kenapa Aku jadi begini??”ujarnya
“Aa..aa..anu.. emm.. ” Aku terbata-bata tak bisa menjelaskan
“kamu mau apa? mau memperkosa aku?” tanyanya lagi
“maaf, aku gak bermaksud begitu, tadinya cuma…cuma…” jawabku.
“cuma terangsang?? habis nonton film jorok kan tadi?” tanyanya
Dan akupun terkaget, ternyata Aini tahu aku tadi menonton film porno.
“Aku tahu kok dan aku sering ikut lihat secara diam-diam” tambahnya
“Maaf, aku tadi cuma penasaran ingin melihat secara langsung apa yang ada didalam film itu, cuma mau lihat v4gina saja, sebab aku belum pernah” aku menyela
“Yaudah gak papa” jawabnya tanpa membetulkan pakaiannya yang terbuka
“Kalau mau, aku tak papa telanjang buat mas Deni, bahkan melayani lebih-pun tak jadi masalah buatku” tambahnya
“Namun aku memiliki permintaan, aku ingin memberi hadiah buat keluargaku untuk akhir tahun ini” pintanya
“Apa itu?” tanyaku”
“Aku ingin memberi uang lebih dari gajiku untuk makan dan beli baju baru buat keluargaku” jawabnya.

Cerita Hot Melepas Keperjakaan Dengan Pembantu Yang Masih Perawan

Dan Aku pun menyanggupi permintaannya dengan mempergunakan uang tabunganku. Aini bersedia untuk melepaskan seluruh pakaian tanpa terkecuali dan melayaniku. Akupun meminta untuk eksekusi didalam kamar tidurku saja. Aini-pun mengiyakan. Sesampainya dikamarku, Aini yang telah tidak berpakaian itu membantuku melepaskan pakaianku sepenuhnya hingga kami berdua-pun telanjang bulat.

Berbaringlah Aini diatas ranjang dan dia berkata “silahkan mas” ujarnya sembari meletakkan kedua tangannya pada selngakngannya dan membuka lubang mem3knya yang merah merona. Aku pun menghampiri tanpa basa-basi, mungkin karena iblis telah merasuk dan menguasai tubuhku. Aku yang belum pernah melihat v4gina secara langsung, sekarang ditantang untuk melakukan hubungan sex layaknya spasang suami istri.

Aku mengawali dengan mengecup bibirnya yang merah kecoklat mudaan. Sembari meremasi toketnya dan mengelus putting susunya yang keras. Kemudian turun mengecup leher, turun ketoket lagi dan menjilati bagian putting susunya. Aini-pun mendesis “Aaaaahh,, mass” ciumanku turun keperut dan berlanjut kepinggir vaginanya.

Awalnya aku ragu untuk melakukan ini, karena dalam pikiranku v4gina itu bau, ternyata beda dengan barang milik Aini. Harum, mungkin sewaktu dia kekamar mandi dia mengenakan pembersih vaginba. Aku mulai menciumi bibir v4ginanya, sampai membuat dia menjambak rambutku. Sembari mendesah keras. “Aaaaaahhh..Aaauuuuhhh..” Aku mulai mejilat lubang vaginanya yang sudah sangat basah itu.

“Aawww.. Ahhh.ahh.aaahhh..Oooouuuhhhh..” desah Aini
”Mas Deni, setubuhi aku sekarang ya. Aku sudah gak kuat” pinta Aini
Tanpa ragu, Akupun mengarahkan k0ntolku yang berukuran 19cm menuju lubang memek Aini, kutancapkan kepala k0ntolku secara perlahan, namun tak muat, curiga, dia masih perawan, dan… blessss.. “Aaaarrggghhh…” teriaknya nikmat namun kesakitan. Ternyata bernar, Aini masih perawan.
“Bentar mas.. sakit.. Ooouuuhhhh…” pintanya
Aku-pun mengehentikan aksiku sejenak.
“lagi mas” pintanya lagi
Dan pada saat itu kubenamkan seluruh k0ntolku kedalam vaginanya. Berayun berirama keluar masuk dinding mekinya yang sangat becek dan semakin kencang aku mengocok terdengar sekali suara becek tersebut.
“Ahhh…Aahh..Aahhh..Eemmm..Oooohhh… Mas Deni.. Uughhhh..” desahan demi desahan keluar dari bibir mungil Aini.
“Aku mau keluar” kataku
“Lepasin mas, jangan keluarin didalam, berbaring yah” pintanya
Aku pun melepaskan kenikmatan pertamakaliku tersebut dan berbaring sesuai mintanya. AIni menghampiri k0ntolku dan mengocoknya secara telaten, sangat nikmat.
“Mau keluar” kataku
Aini-pun berbalik badan berposisi 69, membuka mulutnya dan menghisap k0ntolku. Dan beberapa detik kemudian “Crooooott……Crottt……Croooottttttttttttttttt…….” sperma keluar begitu nikmatnya sambil melihat vagina indah Aini yang merekah setelah berhubungan itu persis didepanku indah sekali.
“Aku mau mandi dulu ya mas” ujarnya

Akupun mengiyakan namun hanya terbaring lemas seperti dikuras habis tenaga, seselesainya pertandingan dengan Aini yang memakan waktu lebih dari 20 menit. Sayang Aini tidak mempersilahkan aku menuju ronde kedua. Aini-pun beranjak dari kamarku dan mandi. Seorang Aini bisa sangat telaten berhubungan intim, padahal dia masih perawan. kok bisa yah? tanyaku dalam hati ternyata menurut pengakuannya, dia sering melihat aku menonton film porno dan ikut memperhatikan dan itu membuatnya sangat terangsang untuk berhubungan dan berkeinginan untuk menirukannya pada malam itu.

Keperjakaanku-pun hilang seiring hilangnya keperawanan pembantuku Aini yang cantik dan langsing. Namun tak disesali karena kenikmatan pertamaku sangatlah luar biasa. Dilain haripun kami sering melakukannya disaat rumah ditinggal ortuku keluar kota.

Senin, 07 Agustus 2017

Cerita Sex Cheerleader Yang Mendapatkan Pengalaman Yang Tak Terlupakan

Cerita Sex Cheerleader Yang Mendapatkan Pengalaman Yang Tak Terlupakan - Berpakaian minim, dan bertugas memberii support kepada Team sekolahku adalah hal yg biasa… ya..aqu adalah anggota cheerleader. Suatu saat pada tengah2 pertandingan, salah satu player cadangan Team SMA 8 tersenyum padaku.


Dia bukannya melihat kawan 2nya bermain, malahan memandangiiku terus menerus . Sewaktu quarter pertama selesai, dia datang menghampiriku, dan kitapun berkenalan … sebut saja namanya Mahendra. Sesudah kita berkenalan, lalu kita bercakap2 sebentar di aula sma.
tak berapa lama … tiiba2 dia berbisik di telingaqu, katanya ,

“Kamu cantiik sekalii deh Shinta ..” sembari matanya tertuju pada belahan dadaqu … wajahqu langsung merah … terkejut dan dadaqu berdetak kencang. Tiba2 terdengar suara
“PRIITTTTTTTT….!!!” tanda bahwa quarter ke-2 akan dimulaii … aqu langsung mengajaknya kembali ke lapangan.
Dalem perjalanan ke lapangan, kita melewati kelas2 kosong … tiba2 dia menariik tanganku masuk ke dalem kelas 3 IPA 1 … lalu dia langsung menutup piintu … aqu langsung bertanya padanya,
“ada apa Mahendra … quarter ke-2 udah mau mulaii nih … kamu gak taqut dicarin??”. Dia tak membalas pertanyaanku, melainkan langsung memelukku dari belakang, dan dia berbisik lagi padaqu,
“Tubuh kamu bagus ya sekali ya Shin ..” Aaaahhhh. aqu tak bisa berbuat apa2 selain membalik tubuh dan menatap matanya …. dan tersenyum padanya.

Dia langsung mencium bibirku dan aqu yg belom pernah berciuman dgn lakii-lakii, tak biisa berbuat apa2 selaiin membiarkan liidahnya masuk ke dalem mulutku. Sesudah kiira2 5 meniit bercumbu, mulaii tangannya meraba dan meremas dadaqu…aqu pasrah saja padanya, kerana terus terang aqu belom pernah merasakan keniikmatan sepertii iinii. Tangannya masuk kedalem baju cheers no.3 ku iitu, dan mulaii memaiinkan ujung pentil buah dadaqu, lalu dia menyingkapkan bajuku dan memeloroti rokku hiingga aqu tinggal mengenakan BREAST HOULDER dan celana dalem saja.

Lalu ia membuka baju basket dan celananya, sehingga ia cuma mengenakan celana dalem saja. Tampak jelas padaqu bahwa “kemaluan”-nya sudah tegang dibaik celana dalemnya. Ia memegang tanganku dan menuntun tanganku kedalem celana dalemnya. Aqu merasakan “kemaluan”-nya yg besar dan tegang iitu dan ia memiintaqu untuk meremas-remas kemaluannya iitu. Ia memaksaqu untuk membuka celana dalemnya, sesudah aqu membuka celana dalemnya, tampak jelas kemaluannya yg sudah ereksii … besar juga pikirku … hampir sejengkal tanganku kira2 panjangnya.

Baru sekali itu aqu meliihat kemaluan laki-laki secara langsung, biasanya aqu cuma meiihat darii “Blue” video saja kalo aqu diajak nonton bersama kawan2 dekatku. Sewaktu aqu masih terpana meliihat kemaluannya, dia melepas BREAST HOULDER dan celana dalemku, tentu saja dgn sedikit bantuanku.

Lanjutan Cerita Sex Cheerleader Yang Mendapatkan Pengalaman Yang Tak Terlupakan


Sesudah ia menyingkirkan pakaian dalemku, tubuhnya yg tinggi dan atleiis layaknya sebagaii seorang player basket iitu, menindih tubuhku diatas meja kelas dan ia mulai menjilati ujung pentil buah dadaqu sampaii aqu benar2 menggeliat keenakan, kurasakan basah pada bibir kemaluanku, aqu baru tau bahwa inilah yg akan terjadi padaqu kalo aqu benar2 terangsang. Lalu tangannya yg kekar iitu mulaii meraba bibir kemaluanku dan mulai memainkan klitorisku sembari sesekali mencubiitnya. Aqu yg benar2 terangsang tak bisa berbuat apa2 selain mendesah dan menggeliat di atas meja.

Cukup lama ia memainkan tangannya pada kemaluanku, lalu ia mulai menjilati bibir bagian bawah kemaluanku dgn nafsunya, tangan kanannya masih memainkan klitorisku. Tak lama aqu bertahan pada permainannya iitu, kira-kira 5 meniit kemudian, aqu merasakan darahku naik ke ubun2 dan aqu merasakan sesuatu kenikmatan yg amat sangat nikmat, tubuhku meregang dan aqu merasakan cairan hangat mengalir dari liang kemaluanku itu, Mahendra tanpa ragu menjilati cairan yg keluar sedikit demii sedikit itu dgn nafsunya sampai cuma air liurnya sajalah yg membasahi kemaluanku itu.

Tubuhku terasa lemas sekali … lalu Mahendra duduk di atas pinggir meja dan memandangi wajahku yg sudah basah bermandikan keriingat. Ia berkata padaqu sembari tersenyum,
“Kamu cape banget ya Siin …” Aqu cuma tersenyum. Dia mengambil baju basketnya dan mengelap cucuran keringat pada wajahku, aqu benar2 kagum padanya,
“Baik banget nih lakii-lakii” pikirku … Sepertii sudah mengerti, aqu jongkok di hadapannya, lalu mulai mengelus ngelus kemaluannya, sembari sesekali menjilati dan menciuminya, aqu juga tak tau bagaiimana aqu bisa bereaksi sepertii itu, yg ada di pikiranku cuma membalas perbuatannya padaqu, dan cara yg kulaqukan ini pernah kuliihat dari salah satu video yg pernah ku lihat.

Mahendra cuma meregankan tubuhnya ke belakang sembari mengeluarkan suara2 yg malah makin membuatku ingin memasukkan kemaluannya ke dalem mulutku, tak berapa lama kemudian aqu memegang pangkal kemaluannya itu dan mulai mengarahkannya masuk kedalem mulutku, terasa benar ujung kemaluannya iitu menyentuh dinding tenggorokanku sewaktu hampir semua bagian gagang kemaluannya masuk kedalem mulutku, lalu aqu mulai memainkan kemaluannya didalem mulutku, terasa benar kemaluanku mulai mengeluarkan cairan basah lagi tanda kalo aqu sudah benar2 terangsang padanya.

Kiira2 5 meniit aqu melaqukan oral sex pada Mahendra, tiba2 tubuh Mahendra yg sudah basah dgn keringat itu mulai bergoyg goyg keras sembari ia berkata.

“aaaaarghhh…..aqu udah gak tahan lagi nih Shin.. aqu mau keluarr…” aqu yg tak benar2 memerhatiikan omongannya itu masiih saja terus memainkan kemaluannya, sampai kurasakan cairan hangat kental putiih dan rada asin muncrat dari lobang kemaluan Mahendra, aqu langsung mengeluarkan kemaluannya itu dan seperti kesetanan, aqu malah menelan cairan air maninya, dan malah menghisap kemaluannya sampai cairan air maninya benar2 habis.


Cerita Panas Cheerleader Yang Mendapatkan Pengalaman Yang Tak Terlupakan


Aqu duduk sebentar di bangku kelas, dan kuperhatikan Mahendra yg tiduran di meja sembari mencoba memelankan irama nafasnya yg terengah-engah itu.
Aqu cuma tersenyum padanya, lalu Mahendra bangun dan menghampiriku. Dia juga cuma tersenyum padaqu. Cukup lama kita berpandangan dgn keadaan bugiil dan basah berkeriingat.

“Kamu cantiik dan baiik banget ya Shin” katanya tiba2 aqu cuma tertawa kecil dan mulai mencium bibirnya. Mahendra membalas dgn nafsu sembari memasukkan tangannya kedalem lobang kemaluanku cukup lama kita bercumbu, lalu ia berkata,
“Shiin boleh nggak aqu emm iitu”
“itu apa Ndra ??” tanyaqu.
“Itu .. masa kamu gak tau sih ??” balasnya lagii.

Sebelom aqu menjawab aqu merasakan kepala gagang kemaluanya sudah menyentuh bibir kemaluanku cresttt creest terasa ada yg terobek dalem kemaluanku dan sedikiit darah keluar kemudian Mahendra berkata
“shin kamu ternyata masih perawan !!!”
aqu cuma biisa tersenyum dan merasakan sedikiit periih di kemaluanku terasa sedikit serat waktu setengah kemaluanya masuk ke kemaluanqu. digerak-gerakan perlahan gagang kemaluanya yg besar tetapi sesudah sedikit lama entah mengapa rasa sakit itu hiilang dan yg ada cuma ada rasa geli,
enak dan nikmat sewaktu Mahendra menggoygkan tubuhnya maju mundur pelan pelan aqu tak tahan lagi seraya mendesah kecil keenakan.

kemudian semakin cepat saja Mahendra memaiinkan jurusnya yg maju mundur sesekali menggoygnya kekiri kekanan.dan dipuntir- puntir ujung pentilku yg pink yg semakin membuatku menggelepar gelepar seperti ikan yg dilempar kedaratan.

Keringat sudah membasahi tubuh kita berdua aqu sadari kalo saat itu tiindakan kita berdua bisa saja dipergoki orang tetapi aqu rasa kemungkiinanya kecil kerana kelas itu sedikit terpencil .ahhhh ahhhh ahhh aqu mendesah dgn suara kecil kerana taqut kedengarann orang laiin ..kullihat tampang Mahendra yg menutup matanya dan terenggah- engah nafasnya. cukup lama juga Mahendra bermaiin dgnku memang benar kata orang kalo atlet itu kuat dalem bercinta.

“ ..ahhhhh awww..awwww”  gelii dalem lobang kemaluanku tak tertahankan tiba-tiba kurasakan seuatu yg lain yg belom pernah kurasakan, cairan hangat kurasakan muncrat dari dalem kemaluanqu .oh iitu mungkin yg kata orang orgasme pikirku..tubuhku terasa rileks sekali dan mengejang. ditutup mulutku oleh Mahendrap mungkiin ia taqut kalu aqu mendesah kekerasan.

Meja kelas yg sedikit tua itu bergoyg goyg kerana ulah kita berdua .aqu masiih merasakan bagiimana Mahendra berusaha untuk mencapaii puncak organsmenya iiya lalu duduk di bangku dan menyuruhku untuk duduk di kemaluan nya .aqu menurut saja dan pelan-pelan aqu duduk di kemaluannya . Mahendra memegang pinggulku dan menaiik turunkan diriku .aqu merasakan belom pernah aqu merasakan keniikmatan yg seperti ini .aqu mendesah desah dan Mahendra semakiin semangat menaik turunkan diriku .lalu tubuh Mahendra mengejang dan berkata,

“shiin aqu mau keluarrrrrr ” sekarang malah giiliiranku yg semangat memacu gerakan tubuhku agar Mahendra bisa juga mencapai klimaks nya .tetapi lama Mahendra mengeluarkan kemaluannyna dan terdengar ia mendesah panjang,
“Ahhhhhh shiin ..aqu keluar .ku liat air maninya kececeran di lantai dan sebagian ada yg ke meja .lalu kita berdua duduk lemas dgn saliing berpandangan. ia berkata,
“kamu nyesel yah shin?” aqu menggeleng sembari berkata,
“ngak koq ndra .sekalian buat pengalaman bagiiku .”
Aqu teriingat kalo orang orang di luar kelas sangat banyak yg menonton pertandingan lalu aqu buru buru mengenakan pakaianku dan menyuruh Mahendra juga untuk memasang pakaiinnya .sebelom keluar iiya bertanya padaqu,

“shiin kapan kiita biisa ‘begiituan’ lagii? Dan aqu menjawab terserah kamu ndra .tetapi nantii sesudah pertandingan selesaii kamu tunggu aqu yah di piintu gerbang lalu nantii kiita jalan jalan..” Ia tersenyum dan mengangguk lalu kita berdua keluar kelas dan sengaja berpiisah ..
Begiitulah pengalamanku, tak kusadaraii ternyata melaqukan hubungan seks itu sangatlah niikmat dan aqu berniat untuk merasakannya lagi..

Jumat, 28 Juli 2017

Cerita Sex Ketauan Nonton Bokep Ibu Mertua, Malah Berujung Ibu Mertua Minta Jatah



Cerita Sex - Keluarga istriku terdiri dari ibunya yang tak lain adalah mertuaku. Namanya Ida, umurnya baru 38 tahun, kelahiran tahun 1964. Mertuaku yang peracik jamu ini adalah istri ketiga dari camat di kampungya dari pernikahannya yang menghasilkan 3 anak. Anak pertama Cheny, 24 tahun, bekerja pada salah satu toko swalayan di Bandung, kedua Venny yang menjadi istriku, 22 tahun, seorang karyawati di perusahaan swasta dan ketiga Leny masih 20 tahun, baru lulus SMU dan masih menganggur. Ketiga wanita inilah yang pernah menjadi santapan seksualku.

Mertuaku yang biasa kupanggil Mama ini pindah ke Bandung setelah suaminya meninggal dan tinggal di rumah anak dari istri pertama suaminya. Sebenarnya suaminya memiliki cukup banyak harta tetapi karena mertuaku kawin di bawah tangan, jadi dia tidak mendapatkan harta warisan apa-apa selain perhiasan-perhiasan dari suaminya itu. Karena ada perselisihan, mertuaku dan ketiga anaknya pindah dari rumah itu dan memulai usaha menjadi penjual jamu gendong untuk menafkahi ketiga anaknya.

Namun karena sekarang ini dia merasa sudah tidak mempunyai tanggungan apa-apa lagi dan juga telah mempunyai rumah di pinggiran kota Bandung, dia sudah berhenti dari kegiatannya itu. Aku dan istri setiap akhir bulan selalu menyempatkan diri ke rumah mertuaku sekaligus membawa uang ala kadarnya sekedar untuk menambah biaya hidup sehari-hari. Namun pada hari itu, Sabtu, entah kenapa istriku tidak enak badan dan menyuruhku pergi sendiri saja. Kubawa motorku ke arah selatan kota Bandung hingga satu jam kemudian aku sampai di rumah yang sederhana tapi kokoh itu.

Rumah itu sepi namun pintunya terbuka lebar-lebar. Seperti biasanya kurebahkan tubuhku di bangku bale-bale bambu yang ada di ruang tamu untuk melepas lelah.
Tak lama kemudian mertuaku datang.
”Eh, Dik Yanto, sudah lama Dik?” Dia menyapaku memang kesannya basa-basi tetapi sebenarnya tidak.
”Enggak, barusan kok”, jawabku menyambut sapaannya.
“Mana Venny?”, tanyanya.
”Lagi sakit, Ma. Katanya demam tuh, kusuruh istirahat saja” jawabku.
”Oh, wah, wah, wah, jangan-jangan tanda-tanda mau punya anak tuh”, ujar mertuaku senang.
Memang dia ini sangat mendambakan cucu dari pernikahan kami.
”Mudah-mudahan, Ma”
”Ya sudah, sudah makan belum. Mama punya sayur asem sama ikan asin pake sambel terasi, kamu mau nggak?”, mertuaku menawariku makan.
”Iya, aku mau banget tuh” Bergegas aku ke ruang makan dan melihat hidangan yang ditawarkannya itu masih belum disentuh siapapun.
Sambil makan kami mengobrol lagi.
”Leny ke mana Ma?” tanyaku.
”Katanya piknik sama temen-temennya ke luar kota, kemarin sore berangkatnya”
”Oh”, jawabnya.
Memang mertuaku hanya tinggal berdua dengan Leny karena Cheny lebih memilih kost di dekat tempatnya bekerja. Kami mengobrol tentang macam-macam sampai obrolan yang nyerempet-nyerempet.
”Kamu ini sudah hampir dua tahun kok belum punya anak juga?”
”Ya enggak tahu tuh, Ma”
”Apa kamunya yang nggak bisa? Kalo nggak bisa sini Mama ajarin”
”Ajarin apa, Ma?”
”Mama buatin jamu biar subur”
”Ah bisa aja Mama nih” Obrolan sengaja kupancing dan kuarahkan ke masalah seksual.
”Ma saya boleh nanya nggak?”
”Apa?”
”Dulu Pa’e sering dibuatin jamu nggak?”
”Ya kalo lagi sakit aja”
”Untuk yang lain?”
”Yang lain tuh apa?”
”Jamu kuat lelaki misalnya?”
“Ha, ha, ha, kamu ini ada-ada saja. Nggak usah pake begituan juga mertua lakimu itu sudah kuat, kok. Malah sebelum mati dia nambah lagi satu”
”Jadi nggak pernah sama sekali, Ma?”
”Pernah sich sekali-kali. Itu juga dia yang minta”
”Terus Mamanya gimana?”
”Ya tokcer lah, ha, ha, ha, eh, kamu kok tanya itu sih?”
”Terus sekarang ini Mama kalo lagi pengen gimana?” Wajahnya sedikit memerah tetapi dijawabnya juga,
“Ya, banyak-banyakin aja kerjaan, ya masak, nyuci piring, nyapu pekarangan, entar juga lupa, terus sudahnya, capek, ya tidur”
”Oh”, jawabku.
”Kamu ini nanyanya ngawur, aja”
”He, he, he..”
”Sudah sore sana mandi”
”Iya Ma” Sementara aku mandi, kurasakan penisku yang sudah berdiri tegak.
Kukocok penisku sambil membayangkan tubuh mertuaku. Mertuaku ini masih lumayan kencang walau sudah memiliki anak tiga. Menurut istriku, dia rajin luluran kulit sawo matang disertai dengan minum jamu rutin. Perutnya masih cukup ramping walaupun sudah ada sedikit lipatan-lipatan lemak. Buah dadanya yang berukuran 36B itu tetap kencang karena ramuan dari luar disertai jamu-jamuan demikian juga dengan bongkahan pantatnya.
Satu hal lagi, dia ini tidak pernah memakai daster, atau baju apapun. Pakaian sehari-harinya adalah kain kebaya dengan kemben yang dililit hingga dadanya.
“Dik Yanto, nanti kalau sudah airnya diisi lagi ya?”
”Iya, Ma”
Setelah selesai mandi, aku menganti baju di kamar mertua ku. Setelah ku selesai memakai baju, tiba-tiba ku lihat ada DVD bokep tergelak di bawa ranjang mertuaku. Dalam Pikiranku, sudah mulai tua masih suka nonton begini juga. Lalu ku iseng stel DVD tersebut, terlihat disana sepasang kekasih sedang memadu kasih terlihat satu cewe nya sedang mengulum penis cowonya dan tiba-tiba penis ku terasa tegang. Selang beberapa menit, aku terkejut melihat mertua ku tiba-tiba masuk dengan aku yang masih stel DVD porno dan penis ku yang tegang tersebut.
Wah, Ngapain kamu ?”, begitu sindir mertuaku.
”hmm anu ma”  
”Apa tuh berdiri-berdiri di celana mu ?” sambil bercanda
”Abis lihat itu mah ”, sambil nunjuk ke film porno yang ku tonton.
”Hus, kamu ya nonton bokep punya mama”
”Tadi ketemu di bawah ranjang mama ”
”Oh, sekarang kamu kpgn?”
”Iya Ma” Sejenak dia berbalik terus membuka kembennya hingga perutnya yang cukup ramping itu terbuka.
”Nih, Lihat punya mama ”, katanya sambil kupegang buah dadanya.
”hmmm enak to” merintih keenakan
”Sudah To, sudah” Tapi aku terus saja meremasnya dengan bersemangat.
”Sudah To, Mama mau mandi dulu”
”Bener mau mandi apa mau yang lain?”
”Bener Mama mau mandi” ”Nanti lagi ya?” Mertuaku tidak menjawab, hanya berlalu ke kamar mandi.

Download Filem Bokep Mertua

Aku tunggu di kamar tidurnya hingga beberapa menit kemudian mertuaku sudah masuk ke kamarnya lagi. Tubuhnya hanya berbalut kain saja. Yang membuatku kaget adalah mertuaku membuka begitu saja kainnya di hadapanku yang masih berbaring. Kulihat buah dada yang cukup sekal tadi disertai dengan perut yang ramping dan pantat yang montok. Yang membuatku tak tahan adalah belahan vaginanya yang berbulu sangat lebat berbentuk segitiga. Pelan-pelan kudekati dia dengan pelukan yang cukup hangat dan ciuman yang kuat di bibirnya, mertuaku hanya pasrah saja.
Kuteruskan tindakan yang tadi kulakukan di luar. Kali ini aku berjongkok lalu kumainkan vaginanya dengan mulutku sementara tanganku naik turun bergantian. Kuremas-remas bongkahan pantatnya yang padat itu dengan tangan kanan dan tangan kiriku memelintir-melintir puting susunya dengan sesekali menjumput dan meremas buah dadanya itu. Begitu terus bergantian dengan tangan kanan dan kiri. Pada saat yang bersamaan kuhisap-hisap dengan gemas bibir vaginanya.
“Aghh, aghh, aghh”, suara itu keluar dari mulut mertuaku di iringi dengan suara dari mulutku yang terus menghisap vaginanya yang banjir itu.
Begitu seterusnya hingga,
“Udahh, aghh, masukin aja punya kamu, To”. Aku rebahkan mertuaku ranjang dengan pantat dan pinggulnya berada di pinggir ranjang, kedua kakinya kuangkat ke bahuku. Aku berlutut di lantai dengan penisku berada tepat di pintu liang vagina itu. Kumain-mainkan dulu kepala penisku di kelentitnya dengan berputar-putar lalu baru kuturunkan ke vaginanya. Perlahan tapi pasti kumasukkan penisku ke liang vaginanya.
”Eghh.., sstt, pelan-pelan, To”
”Mama kayak perawan aja” Setiap dorongan sepertinya ada yang mengganjal penisku di dalam vaginanya.
”Eghh, aduh sakit, To”
”Hah, sakit?” Sambil mendorong kugoyang-goyangkan juga pinggulku ke kiri dan ke kanan supaya lorong vaginanya agak melebar.
Setiap dorongan juga kutarik sedikit penisku keluar lalu kudorong lagi supaya bagian yang sulit ditembus itu agak terbuka. Lalu, sleb, sleb, sleb, dengan tiga kali dorongan penisku sudah masuk semua ke dalam rongga vagina mertuaku. Aku berdiam sesaat hingga kurasakan denyutan kecil seperti hisapan-hisapan lembut.
Ternyata mertuaku mempunyai vagina yang bisa menghisap-hisap penis. Mungkin karena jamu-jamuan yang rutin diminumnya sehingga dia bisa seperti ini.
“Ayo To, nunggu apa lagi?” Kutarik dengan diiringi helaan nafasku, lalu ku dorong lagi hingga bless, bless, bless, penisku tertancap hingga pangkalnya.
Keluar juga suara kecipak dari vagina mertuaku. Dari mulut kami juga keluar suara-suara desahan dan lenguhan nafas kami mewarnai suasana yang erotis.
”Aghh, aghh, aghh, shh, ohh, aghh”, begitu suara deru nafas mertuaku.
Aku tetap berkonsentrasi supaya penisku tidak menembak lebih dahulu dan orgasme namun karena nikmatnya vagina mertuaku ini membuatku tak tahan. Namun dengan mengatur nafas aku bisa mengimbangi permainannya. Sudah hampir satu jam kami saling asyik masyuk sampai tanda-tanda akan orgasme terasa pada kami. Kulihat gerakan mengejang dari perut mertuaku dan juga wajahnya yang semakin terlihat gelisah disertai keringat dan matanya yang turun seperti fly, kepalanya yang bergeser ke kiri dan ke kanan, tangannya juga berusaha menggapai apa yang bisa diremas. Itu biasanya gejala wanita yang akan orgasme.
Tak lama kemudian,
“Aghh, cepetan To, aku mau nyampe nih”
”Aku juga, aghh”
”Iiihh, aghh, ehmm, aghh” Begitu jeritan kecil dari mulut mertuaku disertai deru nafasnya menandakan bahwa dia telah orgasme.
”Ughh, ughh, ughh”, begitu sisa nafasnya menikmati sensasi orgasme yang tiada tara.
Aku juga merasakan hal yang sama dengan mengejangnya seluruh tubuhku dan menyemprotnya spermaku, entah berapa kali kusemprotkan cairan penuh kenikmatan ini ke dalam rahim mertuaku. Tubuh kami langsung lunglai. Aku langsung berbaring telungkup diatas mertuaku dengan kondisi penis yang masih menancap di vaginanya. Tak lama kemudian peniskupun layu dan terlepas dengan sendirinya dari liang vagina yang nikmat itu.
”Kamu hebat juga, To”
”Iya dong, Ma” ”Jangan panggil Mama lagi”
”Siapa dong?”
”Ida aja”
”Iya da, ughh gimana enak nggak?”
”Enak tenan, lho” Mata mertuaku langsung sayu dan terpejam lalu tertidur.
Aku turun dari tubuhnya dan juga merasa mengantuk sekali hingga aku juga tertidur. Tak terasa kami tertidur hingga aku terbangun dan mertuaku masih di sisiku sambil memeluk tubuhku. Tubuh kami masih telanjang bulat ketika itu.
Tiba-tiba,
“Ehmm, he, he, gimana kamu puas nggak?”
”Iya da, aku puas banget. Aku sudah pengen begini sama kamu sejak lama tapi nggak tahu harus gimana dan takut kamunya marah”
”Hhh”, mertuaku menghela nafas lega.
”Yah, kan sekarang sudah”, kataku.
”Tapi To, aku masih serr-serran lho”, begitu katanya sambil menggenggam penisku yang sedari tadi agak lunglai terasa seperti ingin bangun lagi
Sepertinya mertuaku ini tahu bagaimana cara membangunkan kembali penis melalui tekanan-tekanan pada urat-urat di tempat lain. Aku langsung menciumi buah dadanya dan tanganku mengobok-obok vaginanya. Mertuaku mulai terangsang kembali dan dengan cepat aku berada di posisi siap di atas tubuhnya. Dengan sekali dorongan, penisku sudah menancap di dalam vagina yang sudah becek itu.
Mertuaku berkata,
“To, aku yang di atas yah?”
”Emangnya bisa?”
”Bisa dong, kan udah nontonn filmnya Cheny”, rupanya mertuaku sering menonton VCD blue film dengan anaknya, Cheny.
Jadi tidak heran kalau dia faham posisi-posisi dalam bercinta. Dengan berguling kini posisi tubuhnya berbalik berada di atasku. Mertuaku mencoba duduk dengan melipat kakinya lalu dia mulai bergoyang maju-mundur dan memutar ditingkahi dengan suara dari vaginanya hingga menambah gairahnya untuk memacu goyangannya. Aku dari bawah hanya memegangi buah pantatnya dan tanganku yang satu memainkan kelentitnya yang berada tepat berada di perutku. Hanya sekitar setengah jam mertuaku mulai menampakkan gejala ingin orgasme.
Dalam hitungan detik dia sudah orgasme. Tubuhnya kembali lunglai dan berbaring di atas dadaku. Namun aku belum, hingga secepat kilat aku berbalik dan berada di atasnya dan langsung bergoyang untuk mengejar orgasmeku.
”Aduhh udahh To, aughh, gelii, To..”, hingga beberapa detik kemudian aku merasakan orgasmeku yang kedua begitu nikmat dengan tembakan spermaku yang masih cukup kuat.
Kami kemudian mengobrol hal-hal yang berbau pornografi dan erotis hingga terangsang kembali dan kami bersenggama lagi, begitu seterusnya hingga subuh. Entah sudah berapa kali kami melakukan hal yang sebenarnya merupakan aib bagi keluarga kami sendiri. Sekarang ini mertuaku sudah mempunyai cucu dan lebih menjaga jarak denganku. Dia merasa hal yang sudah kami lakukan itu adalah aib dan tidak sepantasnya dilakukan, dan jika kusinggung soal hal itu dia nampaknya agak marah dan tidak suka. Dia telah menjadi nenek yang baik bagi anakku.

Nonton Filem Bokep Mertua Indonesia

Kamis, 27 Juli 2017

Cerita Sex Penasaran Dengan Bokep Massage Yang Ku Tonton Sampai Ku Mendapatkannya Di Bali


Saya adalah seorang wanita karir single yang berumur 33 tahun, berikut adalah pengalaman saya yang tidak terlupakan pada saat saya berlibur ke Bali. Pengalaman ini Ketika ku nonton sebuah Film Bokep Massage di Filmbokep.net Yang akhirnya saya rasakan juga waktu liburan ke bali.

Berikut saya akan menceritakan kisah saya waktu mendapatkan pelayanan ++ dari massage di bali. 


Hari sudah sore sekitar jam 6, capek shopping seharian di Seminyak saya balik ke kamar hotel yang terletak di salah satu hotel berbintang 5 di kawasan Nusa Dua. Sambil tiduran kelelahan saya telpon massage service yang terdapat di directory menu di kamar hotel.
Setelah menerangkan harga dan paket massage yang ada, saya memutuskan untuk mengambil pijat tradisional selama 2 jam di kamar, karena saya sudah letih dan malas untuk jalan-jalan ke luar lagi.
Si operator menanyakan saya apakah mau cowok/cewek masseur, karena iseng saya bilang yang cowok. Dengan malas saya mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk shower air panas, sambil memejamkan mata saya berdiri diatas pancuran shower dan membiarkan badan saya di siram oleh air hangat yang terasa sangat menyegarkan badan.
Setelah kurang lebih 40 menit kamar saya di bel, dengan tergesa-gesa saya mengeringkan badan dan menutupi badan saya dengan handuk. Ternyata Massage service yang saya pesan sudah datang, sambil berpegangan pada handuk saya mempersilah dia masuk ke dalam.
“Permisi Bu..” ujarnya.
Kesan pertama orangnya sangat sopan, penampilan tidak terlalu macho, body biasa saja dan tidak terlalu atletis. Dia mengunakan baju kaos line putih, dan celana panjang putih line tipis yang longar (diikat dengan tali di pinggang)

Nonton filem bokep masasage online

Si therapist mempersilahkan saya untuk membuka bajunya semua dan tidur tengkurap di atas tempat tidur, sementara dia pergi ke kamar mandi untuk mempersiapkan peralatannya dan mungkin cuci tangan dan lain lain.
Si therapist ternyata orang Jawa yang merantau ke Bali, sambil ngobrol-ngobrol si therapist memijat seluruh badanku dengan minyak aroma therapy. Setelah seluruh badan belakang selesai, si therapist permisi untuk memijat di bagian pinggul dan paha dalam, dan karena saya lagi horny, maka saya mempersilahkannya.
Kemudian dioleskan minyak massage dengan lembut ke seluruh bagian paha, selangkangan dan bahkan sampai ke sekitar lubang anus, pada saat di pijat di area itu saya kegelian enak, secara engak sadar kakiku makin terbuka, karena terkadang secara “tidak sengaja” jari-jari si therapist menyentuh ke bagian vagina dan klitoris saya.
Proses pijat lembut di areal sensitif ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam, aku sampai terenggah-engah keenakan, merem melek sampai hampir pingsan keenakan.
Lalu si therapist bertanya apakah mau di lanjutkan dengan kissing massage, saya tidak ngerti apa kissing massage itu, si therapist menjelaskan, ternyata kissing massage adalah seluruh badan akan diciumi dan dijilati dengan lembut dari ujung jari kaki sampai ke ujung rambut.
“Wow..” dalam hati saya, karena saya yang lagi punya niat nakal langsung saja mengiyakan permintaannya.
Si Therapist kemudian bertanya dan minta ijin apakah dia boleh buka baju. Karena penasaran saya bilang OKE…! maka mulailah si terapis membuka bajunya satu persatu di depan saya yang sedang tengkurap lemas.
Si therapis sangat cool dan sopan, dia membuka bajunya semua dan melipatnya satu persatu di atas tempat tidur sampai telanjang bulat, di depan muka saya terlihat penisnya yang sudah setengah ereksi, dengan bulu yang sudah di trim dengan rapih.
Maka mulailah si therapist naik ke atas tempat tidur dan menciumi dengan lembut dari ujung kaki sampai di bagian paha dalamku.
Kemudian mulut dan lidah si terapis naik lagi ke bagian sensitifku. Kali ini dia menjilati bagian bokong dan memasukan lidahnya ke dalam anusku sambil tangannya meraba-raba bokongku yang seksi, lidahnya di mainkan disana, sungguh sensasinya luar biasa sampai aku berteriak teriak keenakan.
Kemudian saya di suruh berbalik badan, seluruh badanku sampai gemetaran dan lemas di buatnya. Sambil berlutut dan tersenyum sopan si terapist permisi untuk memulai kissing massage dibagian depan.
Menurut saya sikap si therapist ini sangat submissive dan sopan sekali, sehingga saya merasa comfortable/nyaman dan pada saat itu sisi dominating saya muncul.
Dengan posisi berlutut dan membungkuk si therapist mulai menciumi dan menjilati lembut sekitar dadaku, aku yang merasa di atas angin mulai meraba-raba badan si terapis yang keras dan berotot walau sedikit terlalu kurus.
Pada saat diraba si therapist tidak protes ataupun bersuara, karena penasaran saya lalu mulai memegang-megang penis si terapis yang sudah mulai keras dan bergoyang-goyang mengantung di antara dua kakiku yang sedang belutut.
Awalnya sih pelan-pelan, namun karena tidak ada reaksi saya mulai meremas-remas bagian “telor” dan batang penis, pada saat itu si Therapis mengerang keenakan namun tetap meneruskan menjilati tubuh saya.
Pelan-pelan si therapist mulai turun menjilati perut dan bagian atas vaginaku sambil terus berlutut dan memberikan akses alat vitalnya kepada tangan dan jariku.
Setelah kurang lebih 15 menit saya sudah tidak sabar lagi, aku menjambak rambut si terapis dan mengarahkan kepala dan mulutnya untuk menjilati clitorisku yang sudah sangat sensitif. Tidak lama kemudian aku mendapatkan klimaks.
Mungkin ini adalah orgasme yang paling sensational yang pernah aku alami karena proses mencapai puncak sangat lama dan bergairah.
Pada saat itu si therapist tetap pada posisi submissivenya sambil menundukan kepala mulai memijati tangan saya seolah-olah tidak terjadi apa-apa, tadinya saya sempat malu pada saat orgasme, namun karena sikap si therapist yang profesional itu membuat aku merasa relax dan santai.
Lalu si therapist bertanya apakah ada lagi yang bisa dia lakukan, pada saat itu karena sudah ngantuk dan relax, maka saya bilang bahwa saya ingin tidur, maka si therapis dengan perlahan memakai bajunya dan memberikan slip charge yang untuk di tanda tangani,
Waktu itu saya bingung harus kasih tip berapa, saya kasih dia 500,000 si terapist hanya tersenyum dan tidak complain malah dia menawarkan lagi untuk service massage besok.
Dia juga berkata kalau saya suka, dia akan membawa peralatan extra besok, karena penasaran saya bertanya “Peralatan apa lagi?”
Ternyata dia adalah seorang pemijat submissive yang suka melayani setiap pengunjung.
Sejak pertemuan itu, saya menjadi ketagihan dan terkadang saya membooking dia seharian untuk melayaniku sampai puas.
Pernah selama 3 jam nonstop aku menyuruh dia untuk menjilati vaginaku sambil berlutut di bawah, sedangkan saya duduk santai sambil merokok dan nonton TV.

Download filem bokep massage indonesia.

Kalau saya ingin pipis saya tinggal jongkok diatas mulutnya yang terbuka lebar, dan mengencingi mulutnya, dengan taat dia meminum air kencing saya dan membersihkan vagina saya setelah selesai.
Kejadian di Bali tersebut selalu terbayang-bayang di pikiran saya dan selalu membuat saya menjadi Horny bila setiap saat mengingat permainan yang dia lakukan.
Pernah waktu itu karena aku sudah tidak tahan nafsu lagi, saya menelpon sang therapis tersebut untuk mengambil cuti selama seminggu dan datang melayani saya ke Jakarta. Tentunya semua ongkos pesawat dan penginapan selama di Jakarta saya keluarkan, belum lagi uang TIP yang harus saya berikan kepada dia.
Tetapi uang sudah tidak artinya lagi buat saya bila dibandingkan dengan kenikmatan di atas yang saya dapatkan.
Selama seminggu saya menyewa service apartment di Jakarta Barat, disitulah saya dilayani oleh si Therapist “special” tersebut, hubungan kami tetap profesional, dia juga selalu menjaga agar kami tidak saling jatuh cinta, tentunya saya juga ingin begitu.
Permainan kami selama seminggu sangat intense dan melelahkan, tentunya lebih banyak lelah di dia, tetapi di situlah enaknya, saya merasa puas dengan permainan tersebut.
Bila saya sudah kehabisan akal mau di apakan lagi, terkadang saya suruh penisnya untuk menyodok-nyodok memekku, tetapi tidak sampai dia orgasme, karena aku takut vaginaku akan longar yang nantinya bisa di ketahui oleh suamiku sendiri.
Jadi aku hanya menyuruh dia menyodok beberapa kali saja, sisanya aku service balik dengan blowjob sampai dia muncrat. Tetapi aku hanya beberapa kali membuat dia orgasme, itupun berkat dari blowjob ku yang super mantap.
Kemudian spermanya di tampung ke dalam gelas biar tidak kotor ke mana-mana dan setelah puas, aku belikan lagi dia tiket untuk kerja kembali di pulau Bali sana.
Setelah selesai dia tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepadaku.

Selasa, 11 Juli 2017

Cerita Sex Adik dan Kakak Yang Haus Sex


Cerita Ini adalah pengalamanku ngesex dengan wanita yang bisa dibilinag hyper sex. Baru sekali kita bertemu saja, aku sudah diberi kenikmatan yang tiada taranya. Semua ini berawal saat aku bekerja sebagai tukang ojek. Aku terpaksa melakukan ini karena kebutuhanku untuk membayar kuliah yang semakin banyak. Sementara keuangan keluargaku bisa dikatakan kurang. Melihat peluang menjadi tukang ojek ini lah, akhirnya aku bekerja untuk membantu kebutuhan keluargaku. Karena hanya tukang ojeklah yang waktunya bisa aku bagi dengan kuliahku.
Seperti biasa, setelah aku pulang kuliah, aku langsung bablas menuju pangkalan ojek yang aku gunakan unutk menunggu penumpang datang. Aku mulai ngojek sekitar jam setengah 7 malam. Naaah malam itu kurasakan sepi sekali, karena hanya ada dua orang pengojek saja yang ada dimalam itu karena sejak tadi sore sudah hujan cukup deras, mungkin pada malas bernagkat. Kemudian aku dan 2 teman ojekku-pun mengisi waktu dengan bermain kartu agar tidak jenuh.
Karena malam itu gerimis tak kunjung berhenti, maka kuputuskan saja untuk pulang, karena kupikir dengan suasana seperti ini aku gak akan dapat penumpang. Ketika aku sedang menyetater motorku, dari kejauhan kulihat ada seorang wanita yang sepertinya sedang menunggu taksi / mungkin sedang menuggu hujan reda. Ketika aku lewat didepannya, kuberhentikan motorku dan kutawarkan tumpangan untuknya.
“Ojek kak?” wanita itu nampak ragu-ragu dan melihat kearahku
“Kejalan ****** berapa?” tanyanya
“20rb kak” jawabku dan tak kusangka wanita tersebut mau juga aku tawarin
“Mmm…Baiklah, ada jas hujannya too?” tanya wanita itu
“Ada kak, namun cuma satu, nanti dibelakang kan gak kena hujan” jawabku meyakinkannya, padahal dia sudah basah kuyup oleh hujan. Tubuhnya yang sangat semox dan terlihat sangat seksi, wah aku yang beruntung nih dibandingkan teman-temanku tadi.
Dibawah hujan rintik, aku sempat berpikir bila dia bukan penumpangku, wah pasti udah kugoda nih, tiba-tiba dia merapatkan dadanya dipunggungku.
“Siapa namamu?” tanyanya
“Bima kak” jawabku
“Kalo kakak siapa namanya???” tanyaku
“Dina” jawabnya singkat
Aku-pun ngegas motorku sedikit kencang agar cepat sampai tujuan. Dan tak terasa selang beberapa menit ternyata sudah sampai didepan rumahnya.
“Kamu mampir dulu Bim, ntar kakak buatkan kopi penghangat tubuh, sambil nunggu hujan reda” kata Dina
“Ya kak, makasih Kak” balasku sambil berpikir betapa beruntungnya aku
Aku masuk rumah mengikuti Dina dan duduk diruang tamu.
“Nih handuknya dan diminum kopinya yaa” Dina melirik kearahku yang basah kuyup
Waktu itu kulihat tubuh Dina hanya dibalut baju piyama dan rambutnya masih diikat dengan handuk. Dadanya terlihat menonjol besar sekali, wah pasti enak nih dan aku meliriknya. Beberapa menit kemudian muncul seorang perempuan lagi sambil menggendong seorang anak yang katanya berumur setahun dan mengenalkan diri sebagai Pipit adik Dina. Bayi dalam gendongannya sudah tertidur dan Pipit pamitan menidurkan anaknya.
“Apa kamu nginap disini saja Bim, hujan malah tambah deras tuuuh” ujar Dina
Waaaah, tawaran yang kutunggu nih, aku segera memasukkan motorku kegarasi dan bergegas kembali kedalam sambil mengeringkan tubuhku. Aku menuju ruang televisi tempat Dina menikmati secangkir tehnya. Setelah tahu aku datang, dia memberikan baju piyama kepadaku.
“Aku ganti baju dimana nih kak??” tanyaku
“Tuuuh dikamarku saja” jawab Dina sambil menunjuk pintu kamar

Cerita Sex Adik dan Kakak Yang Haus Sex

Kemudian aku bergegas masuk kamar, kemudian melucuti semua baju basahku dan memakai piyama itu. Tanpa kusadari ternyata Dina sudah berada dibelakangku sambil memelukku. Aku sedikit kaget kemudian aku berbalik, dadaku bergetar melihat Dina membuka tali piyamanya.
“Kenapa Bim, takut yaa?”katanya sambil mendekat kearahku terus berjongkok didepanku, kulihat dadanya lumayan besar dan membuat penisku tegak berdiri
“Woow, gedeee banget!!” kata Dina manja sambil mengusap zakarku perlahan
Dan langsung saja dikulumnya p3nisku masuk kedalam mulutnya yang mungil. Kurasakan sensasi yang luar biasa. Terus dikocoknya k0ntolku, perlahan penuh perasaan, sepertinnya Dina sudah mahir sekali. Kutarik bajunya hingga kami sekarang benar-benar telanjang dan kugendong Dina menuju ranjang dan kuletakkan dipojok. Kucium bibirnya dan Dina membalas dengan napas memburu. Kuremas payudaranya, payudara yang besar, halus dan kuning itu segera kulumat. Cerita Mesum
“Mmmhh,..nikmat sekali Bim,..”
“Teruuss,..Biiimmm”
Tanganku terus mengerayangi memek Dina yang sudah basah. Terus kujilati klitorisnya yang hangat, kujambak rambut vaginanya dan Dina menjerit sambil mengeluarkan lendir bening kemulutku, Dina menggelinjang dan kemudian Dina orgasme. Terus kujilati cairan itu sampai habis, sesekali kusentil klitorisnya dengan lidahku. Cerita Sex
“Biiiimmmm..masukkan k0ntolmu, pleasee” ujar Dina sambil merem melek
Langsung saja kudekatkan batang k0ntolku kearah lubang vaginanya, kumasukkan kepala k0ntolku sedikit demi sedikit yang membuat Dina gak tahan lantas menaikkan pinggulnya dan tanpa terhalang-halangi penisku-pun masuk kedalam vaginanya. Kutusukkan pelan-pelan k0ntolku karena ukurannya terlalu besar bagi vagina Dina. Cerita Mesum
“Teruuss yang kencangg…Oooouuuhhhh…”
“Aaaahh…Aaaaahh…Uuuhh” kutusuk lebih keras hingga berbunyi “Sluugg….Sluugg” sambil kuremas payudaranya yang sudah mengeras putting susunya. Gerakkanku semakin kesetanan dan melihat Dina merem melek sambil mendesah. Lebih dari 15 menitan aku dalam posisi tradisional seperti itu, kulihat Dina sudah lemas sekali, Dina sudah berkali-kali orgasme.
“Din…aku keluarin didalam yaa” kataku sambil mengocok k0ntolku terus didalam vaginanya
“Mmhh…terrseraahhh” kata Diina sudah tidak jelas lagi dan tak lama kemudian “Croot…Croott…Crooottt…Crooottt…” kusemprotkan spermaku kedalam vaginanya, Dina-pun kemudian lemas. Kemudian kucabut penisku dan berbaring disampingnya.
Kupeluk Dina yang kecapaian, ditambah harus melawan burungku yang sudah cukup terkenal dikalangan cewek teman-temanku.
“Aku tidur dulu Bim, capek! besok pagi bangunkan aku yaa” kata Dina
Aku bangun, sambil mengenakan piyama lagi dan menuju keruang televisi, aku baru tidak ingin tidur cepat nih, karena masih sekitar jam setengah 12 malem. Kulihat Pipit masih duduk didepan TV.
“Acaranya bagus yaaahh?” tanyaku basa-basi
“Wah jelek nih, pusing jadinya..” balasnya sekenanya
“Tolong dong Bim, ganti DVD saja, tuh didepan banyak DVD” tambha Pipit
Dengan malas kuraih DVD dan menghidupkan playernya, kusetel saja sebuah DVD tanpa gambar sampul disitu. Setelah hidup aku-pun berbalik kearah Pipit sambil duduk disofa, disampingnya. Aku kaget saat kulihat dilayar sebuah aksi yang sangat mendebarkan, seorang laki-laki yang sedang bercumbu dengan 3 wanita! wah?!
“Kamu suka kayak gitu ya Pit???” kataku menggoda
Santi hanya tersenyum sambil berbisik kearahku.
“Ayo puaskan aku seperti kakakku tadi, aku tahu apa yang kamu lakukan”
Pipit-pun melucuti pakaiannya dan menarik tali tali piyamaku. Penisku yang dari tadi sudah tegak dapat dilihat langsung oleh Pipit. Langsung saja Pipit Santi meraup mulutku dan kami berciuman diatas sofa. Bibir Pipit melumat bibirku. Keliatan sekali dia sangat bernafsu, mungkin dia sudah lama gak pernah melakukannya. Kuangkat tubuhnya hingga dadanya ada didepanku, kumasukkan putting susunya kemulutku, kukulum dan Mmmhhhh ternyata keluar air susunya. Cerita Sex
“Wah, kamu ada susunya yaa?” kataku sambil terus meneguk susu tawar itu
“Iya, kamu habisin juga gak papa, toh anakku sudah bobo sekarang!!?” aku semakin bersemangat
Kuhirup susu segar itu langsung dari pabriknya, belum pernah lagi kurasakan hal ini, wah asyik sekali. Pipit terus menggelinjang sambil menggosok-gosokkan mekinya ke penisku yang sudah tegak penuh. vaginanya memang sudah sangat basah, aku maklum saja.
“Bim, aku ingin langsung saja, kamu diam disitu, biar Pipit saja yang,..” Pipit terus berceloteh sambil memutar tubuhnya membelakangiku, didudukinya k0ntolku yang tegak berdiri keatas.
“Aaaahh…Aaauu” bless tanpa hambatan k0ntolku segera bersarang didalam vaginanya
Dengan brutal, seperti orang kelaparan, Pipit menggenjot tubuhnya, hingga burungku keluar masuk dan mengesek dinding vaginanya. Dari pantulan kaca kulihat payudara Pipit naik turun dengan cepat. Terus kuraih saja dan kupilin-pilin putting susunya, tiba-tiba tanganku sudah basah dengan air susu yang banyak keluar dari payudaranya.
“Mmhh,..terus… Pit” desahku
Pipit terus menggoyang sambil sesekali mendongak keatas hingga rambutnya menyabet wajahku.
“Aaaaahh,..teruss” aku kenikmatan sambil kuremasi payudaranya
Sekitar 15 menitan, kemudian aku tak kuat lagi dan kusemprotkan spermaku keatas, membasahi dinding vaginanya yang sangat hangat.
“Aaaaaahh..” Pipit berhenti kecapaian, aku juga sangat kecapaian
“Maafkan aku Pit, aku mungkin belum bisa memuaskan kamu, tapi besok lagi pasti kamu kubuat pingsan” kataku cepat sambil memeluknya
“Aduh Bim…jangan salah…walau kamu diam tadi, aku malah dapat orgasme berkali-kali, kamu hebat Bim!” ujar Pipit
Pipit memelukku sambil mengusap-usap k0ntolku yang masih basah oleh spermaku dan lendirnya, kemudian Pipit mendekatkan wajahnya dan menjilati spermaku yang tersisa dibatang k0ntolku sampai habis.
Begitulah cerita singkatku, sebagai tukang ojek yang sangat beruntung malam itu. kejadian itu berulang terus seminggu 3 kali, tiap kali Pipit ataupun Dina membutuhkan kehangatanku, aku segera datang memenuhinya, sampai saat ini.

Cerita Sex Adik dan Kakak Yang Haus Sex

Senin, 10 Juli 2017

Cerita Sex Nikmatnya ML Dengan Adik ku Yang Masih Perjaka


Cerita - Nama gue Erlina, saat ini tercatat sebagai mahasiswi ekonomi Universitas swasta yang ada di Bandung. Ayah gw berasal dari Bandung, sedangkan ibu gw asli Sukabumi, mereka tinggal di Sukabumi. Cerita dewasa sedarah ini menceritakan kisah nyataku yang terjadi saat masih duduk dibangku sekolah, tepatnya saat kelas 1 SMA. Dan skandal seks tabu ini masih terus berlanjut sampai detik ini! gw terus kecanduan ngentot ama adik kandung gw sendiri.

Sebagai kakak kandung hasrat hubungan sex dengan adik itu slalu saja gagal kubendung.
Gw anak yang paling tua dari tiga bersaudara. Gw mempunyai satu adik laki-laki dan satu adik perempuan. Umurku berbeda 1 tahun dengan adik lelakiku namu adik perempuanku beda lagi 10 tahun. Kami sangat dimanja oleh orang tua kami, sehingga tingkahku yang tomboy dan suka maksa pun tidak dilarang oleh mereka. Begitupun dengan adikku yang tidak mau disunat walaupun dia sudah kelas 2 SMP.

Waktu kecil, Gw sering mandi bersama bersama adik gw, tetapi sejak dia masuk Sekolah Dasar, kami tidak pernah mandi bersama lagi. Walaupun begitu, Gw masih ingat betapa kecil dan keriputnya penis adik gw. Sejak saat itu, Gw tidak pernah melihat lagi penis adik gw. Sampai suatu hari, Gw sedang asyik telpon dengan teman cewekku.

Gw telpon berjam-jam, kadang tawa keluar dari mulutku, kadang kami serius bicara tentang sesuatu, sampai akhirnya Gw rasakan kandung kemihku penuh sekali dan Gw kebelet pengen pipis. Benar-benar kebelet pipis sudah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa permisi dulu sama temanku. Gw berlari menuju ke toilet terdekat. Ketika kudorong ternyata sedang dikunci.

hallow..! Siapa di dalam buka dong..! Udah nggak tahan..! Gw berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi

Iyaaaaaaa..! Wait..! ternyata adikku yang di dalam. Terdengar suaranya dari dalam.

Nggak bisa nunggu..! Cepetan..! kata Gw memaksa.

aduhhhhhhhh….. Gw benar-benar sudah tidak kuat menahan ingin pipis.

kreottttttt..! terbuka sedikit pintu toilet, kepala adikku muncul dari celahnya.

Ada apa sih kak? katanya.

Tanpa menjawab pertanyaannya, Gw langsung nyerobot ke dalam karena sudah tidak tahan. Langsung Gw jongkok, menaikkan rokku dan membuka celana dalamku.

criitttttt keluar air seni dari vagina Gw.

Kulihat adikku yang berdiri di depanku, badannya masih telanjang bulat.

Yeahhhhh..! Sopan dikit napa kak? teriaknya sambil melotot tetap berdiri di depanku.

Waitttt..! Udah nggak kuat nih, kata Gw.

Cerita Sex Nikmatnya ML Dengan Adik ku Yang Masih Perjaka


Sebenarnya Gw tidak mau menurunkan pandangan mata Gw ke bawah. Tetapi sialnya, turun juga dan akhirnya kelihatan deh burungnya si adik gw.

hahahahah.. Masih keriput kayak dulu, cuma sekarang agak gede dikit kataku dalam hati.

Gw takut tertangkap basah melihat kontolnya, cepat-cepat kunaikkan lagi mata Gw melihat ke matanya. Eh, ternyata dia sudah tidak melihat ke mata Gw lagi. Sialan..! Dia lihat vagina Gw yang lagi mekar sedang pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di vagina Gw biar cepat selesai pipisnya.

Tidak sengaja, kelihatan lagi burungnya yang masih belum disunat itu. Sekarang penisnya kok pelan-pelan semakin gemuk. Makin naik sedikit demi sedikit, tapi masih kelihatan lemas dengan kulupnya masih menutupi helm penisnya.

Sialan nih adikku. Malah ngeliatin lagi, mana belum habis nih air kencing..! Gw bersungut dalam hati.

o0oooo.. Kayak gitu ya Kak..? katanya sambil tetap melihat ke vagina Gw.

Eh kurang ajar Lu ya dik! langsung saja Gw berdiri mengambil gayung dan kulemparkan ke kepalanya.

Kletokkkk..! kepala adikku memang kena pukul, tetapi hasilnya air kencingku kemana-mana, mengenai rok dan celana dalamku.

Ya… basah deh rok kakak… katGw melihat ke rok dan celana dalamku.

Syukurin..! Makanya jangan masuk seenaknya..! katanya sambil mengambil gayung dari tanganku.

Mandi lagi ahh..! lanjutnya sambil menyiduk air dan menyiram badannya.

Terus dia mengambil sabun dan mengusap sabun itu ke badannya.

Waduh.., sialan nih adik gw! sungutku dalam hati.

Waktu itu Gw bingung mau gimana nih. Mau keluar, tapi Gw jijik pake rok dan celana dalam yang basah itu. Akhirnya kuputuskan untuk buka celana dalam dan rokku, lalu pinjam handuk adikku dulu. Setelah salin, baru kukembalikan handuknya.

Udah.., pake aja handuk Gw kak! kata adikku.

Sepertinya dia mengetahui kebingunganku. Kelihatan kontolnya mengkerut lagi.

Jadi lucu lagi gitu..! Hihihi..! dalam hatiku.

Gw lalu membuka celana dalam gw yang warnanya merah muda, lalu dilanjutkan dengan membuka rok. Kelihatan lagi deh memek Gw. Gw takut adikku melihatku dalam keadan seperti itu. Jadi kulihat adik gw. Eh sialan, dia memang memperhatikan Gw yang tanpa celana.

kakak Memek tu emang gemuk kayak gitu ya..? kakakaka..! katanya sambil nyengir.

Sialan, dia menghina vagina Gw, Daripada culun kayak punya lhoo..! kata Gw sambil memukul bahu adik gw.

Eh tiba-tiba dia berkelit, wakzzzzzz..! katanya.

Karena Gw memukul dengan sekuat tenaga, akhirnya Gw terpeleset. Punggungku jatuh ke tubuhnya. Kena deh pantatku ke penisnya.

Iiihhh.., rasanya geli banget..! cepat-cepat kutarik tubuhku sambil bersungut, Huh..! kakak sih..!

kak.. kata Kakak tadi culun, kalau kayak gini culun nggak..? katanya mengacuhkan omonganku sambil menunjuk ke penisnya.

Kulihat penisnya mulai lagi seperti tadi, pelan-pelan semakin gemuk, makin tegak ke arah depan.

Ya.. gitu doang..! Masih kayak anak SD ya..? kata Gw mengejek dia.

Padahal Gw kaget juga, ukurannya bisa bertambah begitu jauh. Ingin juga sih tahu sampai dimana bertambahnya. Iseng Gw tanya, Gedein lagi bisa nggak..? kata Gw sambil mencibir.

Bisa..! Tapi kakak harus bantu dikit dong..! katanya lagi.

Megangin ya..? Wisssss.., ya nggak mau lah..! kataku.

Bukan..! kakak taruh ludah aja di atas kontolku..! jawabnya.

Karena penasaran ingin melihat penis cowok kalau lagi penuh, kucoba ikuti perkataan dia.

Gitu doang kan..? Mau kakak ngeludahin Kamu mah. Dari dulu Kakak pengen ngeludahin Kamu” ujarku

Sialan nih adikku, Gw dikerjain. Kudekatkan kepal Gw ke arah penisnya, lalu Gw mengumpulkan air ludahku. Tapi belum juga Gw membuang ludahku, kulihat penisnya sudah bergerak, kelihatan penisnya naik sedikit demi sedikit. Diameternya makin lama semakin gede, jadi kelihatan semakin gemuk. Dan panjangnya juga bertambah. keren banget melihatnya. Geli di sekujur tubuh melihat itu semua. Tidak lama kepala penisnya mulai kelihatan di antara kulupnya. Perlahan-lahan mendesak ingin keluar. Wahh..! Bukan main perasaan senangku waktu itu. Gw benar-benar asyik melihat helm itu perlahan muncul.

Akhirnya bebas juga kepala penis itu dari halangan kulupnya. Penis adikku sudah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya kini lebih merah. Gw jadi terangsang melihatnya. Kualihkan pandangan ke adikku.

Hehe… dia ke arahku. Masih culun nggak..? katanya lagi. Hehe..! Macho kan kak! katanya tetap tersenyum.

Tangannya tiba-tiba turun menuju ke selangkanganku. Walaupun Gw terangsang, tentu saja Gw tepis tangan itu.

Apaan sih dik..! kubuang tangannya ke kanan.

Kak..! Please kakkk.. Pegang aja kak… Nggak akan diapa-apain… Gw pengen tahu rasanya megang itu-nya cewek. Cuma itu aja kak.. kata adik gw, kembali tangannya mendekati selangkangan dan mau memegang memek gw.

ehmmmm.. sebenarnya Gw mau jaga image, masa mau sih sama adik sendiri, tapi Gw juga ingin tahu bagaimana rasanya dipegang oleh cowok di memek!hihihii…

Inget..! Jangan digesek-gesekin, taruh aja tanganmu di situ..! akhirnya Gw mengiyakan. Deg-degan juga hati ini.

Tangan adik gw lalu mendekat, bulu kemaluanku sudah tersentuh oleh tangannya. Ihh geli sekali… Gw lihat penisnya sudah keras sekali, kini warnanya lebih kehitaman dibanding dengan sebelumnya. opppssttttt… Hangatnya tangan sudah terasa melingkupi vagina Gw. Geli sekali rasanya saat bibir vagina Gw tersentuh telapak tangannya. Geli-geli nikmat di syaraf vagina Gw. Gw jadi semakin terangsang sehingga tanpa dapat ditahan, vagina Gw mengeluarkan cairan.

Hihihi.. kakak terangsang ya..?

Enak aja… sama adik mah mana bisa terangsang..! jawabku sambil merapatkan selangkangan gw agar cairannya tidak semakin keluar.

Ini basah banget apaan Kak..?

Itu sisa air kencing Kakak tahuuu..! kata Gw berbohong padanya.

Kak… memek tu anget, empuk dan basah ya..?

Tau ah… Udah belum..? Gw berlagak sepertinya Gw menginginkan situasi itu berhenti, padahal sebenarnya Gw ingin tangan itu tetap berada di situ, bahkan kalau bisa mulai bergerak menggesek bibir memek Gw.

Kak… gesek-gesek dikit ya..? pintanya.

Tuh kan..? Katanya cuma pegang aja..! Gw pura-pura tidak mau.

Dikit aja Kak… Please..!

Terserah adik aja deh..! Gw mengiyakan dengan nada malas-malasan, padahal mau banget tuh. Hihihi.. Habis enak sih…

Tangan adik gw lalu makin masuk ke dalam, terasa bibir vagina Gw terbawa juga ke dalam.

uhhhhhh..! Hampir saja kata-kata itu keluar dari mulut gw. Rasanya nikmat sekali. Otot di dalam vagina Gw mulai terasa berdenyut. Lalu tangannya ditarik lagi, bibir vagina Gw ikut tertarik lagi.

Ouughhhhhhhhh..! akhirnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat di vagina Gw.

Badanku terasa limbung, bahuku condong ke depan. Karena takut jatuh, Gw bertumpu pada bahu adik gw.

Enak ya kak..?

Heeheee.., jawabku sambil memejamkan mata.

Tangan adik gw lalu mulai maju dan mundur, kadang klitoris gw tersentuh oleh telapak tangannya. Tiap tersentuh rasanya nikmat luar biasa, badan ini akan tersentak ke depan.

kak..! Adek juga pengen ngerasaain enaknya dong..!

Kamu mau diapain..? jawab gw lalu membuka mata dan melihat ke arahnya.

Ya pegang-pegangin juga..! katanya sambil tangan satunya lalu menuntun tanganku ke arah kontolnya.

Kupikir egois juga jika Gw tidak mengikuti keinginannya. Kubiarkan tangannya menuntun tangan gw. Terasa hangat penisnya di genggaman tangan ini. Kadang terasa kedutan di dalamnya. Karena masih ada sabun di penisnya, dengan mudah Gw bisa memaju-mundurkan tanganku mengocok penisnya.

Kulihat tubuh adikku kadang-kadang tersentak ke depan saat tanganku sampai ke pangkal penisnya. Kami berhadapan dengan satu tangan saling memegang kemaluan dan tangan satunya memegang bahu.

Tiba-tiba dia berkata, Kak..! Titit Adek sama memek Kakak digesekin aja yah..!

hooh Gw langsung mengiyakan karena Gw sudah tidak tahan menahan rangsangan di dalam tubuh.

Lalu dia melepas tangannya dari vagina Gw, memajukan badannya dan memasukkan penisnya di antara selangkangan gw. Terasa hangatnya batang penisnya di bibir vagina Gw. Lalu dia memaju-mundurkan pinggulnya untuk menggesekkan penisnya dengan vagina Gw.

ohhhhh..! Gw kini tidak malu-malu lagi mengeluarkan erangan.

Dek… masukin aja..! Kakak udah nggak tahan..! Gw benar-benar sudah tidak tahan, setelah sekian lama menerima rangsangan. Gw akhirnya menghendaki sebuah penis masuk ke dalam memek Gw.

Iya Kak..!

Lalu dia menaikkan satu paha Gw, dilingkarkan ke pinggangnya, dan tangan satunya mengarahkan penisnya agar tepat masuk ke itil Gw.

Gw terlonjak ketika sebuah benda hangat masuk ke dalam kemaluanku. Rasanya ingin berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yang kurasa. Akhirnya Gw hanya bisa menggigit bibir gw untuk menahan rasa nikmat itu. Karena sudah dari tadi dirangsang, tidak lama kemudian Gw mengalami orgasme. Vagina Gw rasanya seperti tersedot-sedot dan seluruh syaraf di dalam tubuh berkontraksi.

ohhhhhh..! Gw tidak kuat untuk tidak berteriak.

Kulihat adik gw masih terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba dia mendorong sekuat tenaga hingga badanku terdorong sampai ke tembok.

Ouughhh..! katanya.

Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah vagina Gw. Lalu badannya tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat di dalam vagina Gw.

Lama kami terdiam dalam posisi itu, kurasa penisnya masih penuh mengisi vagina Gw. Lalu dia mencium bibirku dan melumatnya. Kami berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram tubuh ini. Kami saling melumat bibir lama sekali. Tangannya lalu meremas payudara dan memilin putingnya.

Kak..! Kakak nungging, terus pegang bibir bathtub itu..! tiba-tiba dia berkata.

Wahh..! Gila adik ya..!

Udah.., ikutin aja..! katanya lagi.

Gw pun mengikuti petunjuknya. Gw berpegangan pada bathtub dan menurunkan tubuh bagian atasku, sehingga batang kemaluannya sejajar dengan pantatku. Gw tahu adikku bisa melihat dengan jelas vagina Gw dari belakang. Lalu dia mendekatiku dan memasukkan penisnya ke dalam vagina Gw dari belakang.

uhhhhhh..! %@!#$&tt..! Gw menjerit saat penis itu masuk ke dalam rongga vagina Gw.

Rasanya lebih nikmat dibanding sebelumnya. Rasa nikmat itu lebih kurasakan karena tangan adikku yang bebas kini meremas-remas payudara Gw. Adikku terus memaju-mundurkan pantatnya sampai sekitar 10 menit ketika kami hampir bersamaan mencapai orgasme. Gw rasakan lagi tembakan sperma hangat membasahi rongga vagina Gw. Kami lalu berciuman lagi untuk waktu yang cukup lama.

Setelah kejadian itu, kami jadi sering melakukannya, terutama di kamar gw ketika malam hari saat orang tua sudah pergi tidur. Minggu-minggu awal, kami melakukannya bagaikan pengantin baru, hampir tiap malam kami bersetubuh. Bahkan dalam semalam, kami bisa melakukan sampai 4 kali. Biasanya Gw membiarkan pintu kamar gw tidak terkunci, lalu sekitar jam 2 malam, adik gw akan datang dan menguncinya.

Lalu kami bersetubuh sampai kelelahan. Kini setelah Gw di Bandung, kami masih selalu melakukannya jika ada kesempatan. Kalau bukan Gw yang ke Sukabumi, maka dia yang akan datang ke Bandung untuk menyetor jatah spermanya ke memek Gw. Saat ini Gw mulai berani menelan sperma yang dikeluarkan oleh adik kandung gw sendiri! Begitulah cerita dewasa sedarah itu terjadi, dan terus terang gw kecanduan ngentot ama adik gw sampai sekarang !

Cerita Sex Nikmatnya ML Dengan Adik ku Yang Masih Perjaka